PRABUMULIH, Lembayungnews.– Pemerintah Kota Prabumulih menggelar Sosialisasi Kegiatan Seismik 3D Wilayah Kerja (WK) Amanah Provinsi Sumatera Selatan yang dilaksanakan oleh PT Medco Energi Amanah, bertempat di Ruang Rapat Lantai I Pemerintah Kota Prabumulih, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Prabumulih.
Sosialisasi secara resmi dibuka oleh Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota terhadap pelaksanaan survei seismik yang bertujuan memperoleh data bawah permukaan bumi sebagai bagian dari upaya eksplorasi sektor energi di Wilayah Kerja Amanah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Prabumulih, Ketua DPRD Kota Prabumulih, Kapolres Prabumulih, Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih, Dandim 0404 Muara Enim, Danramil, perwakilan PT Medco Energi Amanah, SKK Migas Sumbagsel, Kapolsek Cambai, serta Kapolsek Prabumulih Timur. Selain itu, kegiatan juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Prabumulih beserta seluruh Asisten I, II, dan III, OPD terkait dan tamu undangan yang hadir.
Dalam sambutannya, Wali Kota Prabumulih menyampaikan bahwa pelaksanaan survei seismik merupakan tahapan penting dalam mendukung pengembangan sektor energi nasional. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang baik antara pemerintah, perusahaan, aparat keamanan, serta masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
“Kami berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan kewenangan masing-masing. Komunikasi yang baik dengan masyarakat harus terus dibangun sehingga pelaksanaan survei dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan,” ujar H. Arlan.
Pada kesempatan tersebut, PT Medco Energi Amanah memaparkan rencana pelaksanaan Survei Seismik 3D di Wilayah Kerja Amanah yang berada di Kota Prabumulih. Berdasarkan pemaparan, luas area survei yang masuk wilayah Kota Prabumulih mencapai sekitar 57 kilometer persegi, dengan panjang lintasan sekitar 400,4 kilometer dan jumlah titik pengukuran (shot point) sekitar 2.692 titik.












