OTT Noel, Nanik S. Deyang: Hidup Saya Pernah Hancur Sampai Titik Nol

  • Bagikan
Listen to this article

Hidup manusia bisa berubah dalam sekejap. Itulah yang kini dialami Immanuel Ebenezer atau Noel, yang dulu dikenal lantang bersuara membela kebenaran, namun kini harus mengenakan rompi oranye tahanan KPK. Kisah ini mengingatkan pada ungkapan Nanik S. Deyang, seorang sahabat yang pernah merasakan pahitnya kehilangan segalanya hingga hidupnya runtuh sampai titik nol.

LEMBAYUNGNEWS – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Namun, di balik hiruk pikuk pemberitaan tersebut, jurnalis senior sekaligus Komisaris Independen Pertamina, Nanik S. Deyang, kembali mengungkap luka lama yang tak pernah hilang dari ingatannya.

Melalui unggahan di media sosial, Nanik mengisahkan bagaimana dirinya pernah diporak-porandakan oleh Noel saat ia masih menjabat Ketua Jokowi Mania. Tahun 2018 lalu, Noel melaporkannya ke polisi dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Laporan itu membuat hidup Nanik jungkir balik. Ia harus berulang kali dipanggil polisi, bahkan pernah diinterogasi selama 12–13 jam tanpa henti.

“Dialah orang yang pernah menghantam saya sampai ke titik nol. Targetnya jelas, saya harus jadi tersangka,” tulis Nanik mengenang peristiwa tersebut.

Tak hanya dirinya, keluarga Nanik pun ikut menjadi korban. Suaminya harus mundur dari pekerjaan bergengsi demi mendampingi keluarga, sang ibu jatuh sakit hingga mengalami stroke, sementara anaknya yang sempat lolos seleksi Akademi Militer (Akmil) akhirnya gagal melanjutkan proses karena nama keluarganya sudah tercoreng.

“Bukan hanya saya yang hancur, keluarga saya juga ikut luluh lantak,” ungkapnya dengan nada getir.

Lebih jauh, Nanik menyindir gaya hidup Noel saat menjabat sebagai Wamenaker. Ia menyebut Noel kerap membeli mobil dan motor gede dalam jumlah tak wajar. “Apa selama sembilan bulan jadi menteri setiap bulan bisa beli tiga mobil dan moge?” sindirnya.

Bagi Nanik, apa yang menimpa Noel saat ini adalah bukti nyata bahwa hukum alam tak bisa dihindari. “Karma cepat atau lambat pasti datang,” tegasnya.

Menariknya, Nanik juga menyinggung Presiden Prabowo Subianto yang saat itu mendukung pengangkatan Noel ke posisi wakil menteri. “Saya hanya bergumam dalam hati, apakah Pak Prabowo sudah berubah jadi malaikat sampai tidak merasa lagi pernah disakiti,” ujarnya.

Kini, dengan Noel yang sedang menghadapi kasus hukum, tulisan Nanik menjadi viral di media sosial. Kisah getirnya kembali diingat publik, memperlihatkan bagaimana dinamika politik dan kekuasaan bisa berdampak besar pada kehidupan pribadi seseorang.

Editorial Penutup

Kasus Noel bukan sekadar soal seorang pejabat yang terjerat OTT. Lebih jauh, ini adalah cermin bagaimana politik bisa meninggalkan jejak luka pada orang-orang yang terlibat di dalamnya. Tulisan Nanik S. Deyang mengingatkan bahwa kekuasaan bisa melindungi seseorang dari kritik, namun tak mampu menahan datangnya karma.

Bagi masyarakat, kisah ini menjadi pelajaran bahwa keadilan mungkin tertunda, tetapi tidak pernah hilang. Dan bagi para pejabat, apa yang dialami Noel adalah peringatan keras bahwa jabatan bukanlah tameng, melainkan amanah yang sewaktu-waktu bisa runtuh bila disalahgunakan. (Rangkuman catatan Naniek S Deyang)

Editor: Rasman Ifhandi

Rating: 5.00/5. From 1 vote.
Please wait...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *