PRABUMULIH, Lembayungnews. – Wali Kota Prabumulih H. Arlan menghadiri kegiatan Sedekah Adat Kampung yang digelar masyarakat Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara, Rabu (17/6/2026), di Gedung Serbaguna Kelurahan Anak Petai, Jalan Tani RT 02 RW 01.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan masyarakat tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga setempat yang turut memeriahkan acara.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Prabumulih H. Arlan yang akrab disapa Cak Arlan mengapresiasi masyarakat Kelurahan Anak Petai yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Sedekah Kampung sebagai bagian dari warisan budaya daerah.
Dalam wawancara dengan awak media, Cak Arlan menyampaikan bahwa tradisi Sedekah Kampung merupakan warisan budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat dan perlu terus dilestarikan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi serta menjaga kebersamaan antarwarga.
“Tradisi ini sudah ada sejak dahulu dan menjadi bagian dari budaya masyarakat. Dulu, saat kegiatan seperti ini dilaksanakan, masyarakat yang hadir sangat banyak, bahkan terkadang lebih ramai dibandingkan saat perayaan Idulfitri. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat berkumpul, bersilaturahmi, dan memperkuat hubungan kekeluargaan,” ujarnya.
Menurut Cak Arlan, Pemerintah Kota Prabumulih akan terus mendukung berbagai kegiatan adat dan budaya yang masih dilaksanakan di setiap kelurahan maupun dusun. Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya menjadi bagian dari identitas daerah, tetapi juga mampu memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Pemerintah Kota Prabumulih selalu mendukung kegiatan-kegiatan adat dan budaya seperti ini. Tidak hanya di Kelurahan Anak Petai, tetapi juga di wilayah lain yang masih melaksanakan tradisi Sedekah Kampung. Selama kegiatan tersebut membawa manfaat bagi masyarakat dan menjaga nilai-nilai budaya, tentu akan terus kita dukung,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Anak Petai Aman Sudin mengungkapkan bahwa tradisi Sedekah Kampung memiliki sejarah panjang yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur. Tradisi tersebut diperkirakan telah berlangsung selama lebih dari dua generasi dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat.
Menurutnya, pelaksanaan Sedekah Kampung tahun ini memiliki makna yang istimewa karena berhasil menghimpun kembali anak cucu dan keturunan masyarakat Anak Petai yang selama ini tersebar di berbagai daerah untuk berkumpul dalam satu momen kebersamaan.
Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat Anak Petai memiliki hubungan sejarah dengan Puyang Rebiah, sosok leluhur yang diyakini menjadi cikal bakal sebagian masyarakat di wilayah tersebut. Hingga kini, keturunan Puyang Rebiah masih menjaga dan melestarikan adat istiadat yang diwariskan oleh para pendahulu.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenang jasa para leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar dan masyarakat Anak Petai. Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Prabumulih, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Prabumulih, Asisten I, Asisten II dan Asisten III, seluruh Staf Ahli Pemerintah Kota Prabumulih, Ketua Adat Kota Prabumulih, serta para Ketua Adat se-Kecamatan Prabumulih Utara.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga hadir mendampingi, di antaranya Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Koperasi dan UKM (DKOP), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Camat Prabumulih Utara, seluruh lurah se-Kecamatan Prabumulih Utara, serta seluruh kepala desa se-Kota Prabumulih.
Kegiatan Sedekah Adat Kampung ditutup dengan doa bersama serta berbagai rangkaian acara adat yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Masyarakat berharap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari identitas budaya Kota Prabumulih di masa mendatang. {Raif}
Editor: Rasman Ifhandi












