Gerak Cepat Pertamina EP Atasi Crater di Pagar Dewa, Aliran Gas Berhasil Dikendalikan

  • Bagikan
Listen to this article

MUARA ENIM, LEMBAYUNGNEWS.  1 September 2026 — Pertamina EP Prabumulih Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, bergerak cepat mengatasi crater yang mengeluarkan fluida dan gas pada kepala sumur migas, di Desa Pagar Dewa, Kabupaten Muara Enim.

Sejak dilaporkan pada Rabu (12/8), Pertamina EP Prabumulih segera mengambil berbagai langkah yang diperlukan sehingga kondisi terkendali dan aman baik bagi pekerja dan masyarakat sekitar. Saat ini gas yang keluar pada crater telah berhasil dikendalikan dengan disalurkan secara aman.

Crater merupakan fenomena yang sering terjadi di dunia migas, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki potensi minyak dan gas tinggi, seperti Sumatra. Crater dapat menimbulkan rembesan berupa fluida (minyak & air formasi) atau berupa gas, dari dalam perut bumi ke permukaan.

Crater yang terjadi di sumur pada struktur kuang tersebut ditengarai karena faktor alam. Sebab pada saat crater muncul, tidak ada aktivitas perawatan maupun intervensi teknis terhadap sumur tersebut maupun sumur pada struktur yang sama. Tidak ada unsur minyak mentah (crude oil) yang keluar pada crater kuang.

Sejak kejadian, perusahaan migas yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 itu dengan sigap membentuk tim dan menyusun Emergency Response Plan untuk memastikan keamanan serta keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan sekitar.

“Pertamina EP Prabumulih bertindak cepat dalam mengatasi aliran fluida yang keluar dari crater. Tim langsung diterjunkan dan mengambil langkah yang diperlukan sehingga kondisi terkendali,” ucap Pjs. General Manager Zona 4 Muhammad Luthfi Ferdiansyah.

Aliran gas yang keluar dari crater berhasil dikendalikan dan fluida berhasil ditahan dan diturunkan tekanannya dengan memasukkan cairan berat.

Pertamina EP Prabumulih Field melakukan pemetaan radius sebaran gas untuk menentukan batas aman bagi masyarakat. Lokasi kejadian cukup jauh dari pemukiman, yakni lebih dari satu kilometer.

Meski demikian, sejak awal Pertamina EP Prabumulih bekerja sama dengan pemerintah setempat memberi penanda batas aman (safety line) dan sosialisasi mengenai batas tersebut.

“Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun bahaya keselamatan bagi warga. Indikator pada gas detector menunjukkan kondisi dalam batas aman,” terang Luthfi.

Perusahaan menghimbau masyarakat untuk tidak mendekat dan melakukan aktivitas di dekat lokasi kejadian agar tim bisa fokus menyelesaikan pekerjaan dengan aman dan selamat. Bagi yang beraktivitas di sekitar lokasi, telah disosialisasikan untuk tidak merokok dan menyalakan api.

Pertamina EP Prabumulih menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan perangkat pemerintahan setempat yang bekerjasama dengan baik selama penanggulangan berlangsung.

Pertamina EP Prabumulih juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Informasi disampaikan pada Plt. Kepala Desa Pagar Dewa Erik Prayitno, Kepala Desa Karang Agung Bayu Virmansyah dan Camat Lubai Ulu Taufik Azrulah, beserta jajaran perangkatnya.

“Penjelasan dari pihak Pertamina dan survey bersama sudah dilakukan untuk kita sama-sama menjaga keamanan dan keselamatan. Harapan kami terus diberi informasi apabila ada perkembangan dan selalu koordinasi. Kami siap support,” kata Camat Lubai Ulu, Taufik Azrulah.

Selain dengan pemerintahan setempat, perusahaan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk SKK Migas, untuk memastikan penanganan bisa segera dituntaskan dengan mengutamakan keselamatan pekerja, masyarakat, serta lingkungan.

Sementara itu, Tim Pertamina juga terus bekerja dengan cepat dan cermat dengan berbagai kajian untuk mendukung penanganan crater yang tepat serta pemantauan secara berkala untuk memastikan keamanan di sekitar lokasi crater.(*)

Tentang PHR Zona 4

PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.

‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

No votes yet.
Please wait...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *