PRABUMULIH, LEMBAYUNGNEWS — Menanggapi adanya ratusan honorer R3 yang mendatangi gedung DPRD Prabumulih begini jawaban orang nomor satu kota Prabumulih, Senin 7/7/2024.
Saat ditanya oleh wartawan terkait masalah ini, H Arlan menyatakan bahwa bulan ini mereka para honorer akan dirumahkan alias tidak bekerja lagi.
“Menurut aturan dari pusat, mereka sementara dirumahkan dulu,” ujar H Arlan.l seraya menambahkan kalau dilanggar aturan itu takutnya jadi pidana.
Dia juga mengatakan nanti kalau ada penerimaan lagi untuk PPPK, mereka yang 154 orang ini akan diutamakan.
“Nanti saat ada penerimaan lagi mereka yang R3 ini akan diutamakan,” tambahnya lagi.
H Arlan juga menegaskan, bahwa mereka yang lulus kemarin itu sebelum dirinya menjadi Wali Kota, “Sebelum Cak jadi Wali Kota mereka sudah lulus dulu,” ungkap H Arlan menjawab pertanyaan awak media.
Dengan adanya pernyataan dari Wali Kota ini, para honorer yang masih menunggu di luar gedung DPRD terlihat sangat kecewa, bukannya mendapat solusi malah mendapat kabar yang sangat memilukan.
Sebagaimana diketahui hari ini ratusan honorer mendatangi gedung DPRD untuk mengadukan nasip mereka.
Dalam kesempatan ini salah satu honorer, Sobri yang sudah bekerja 17 tahun sebagai operator mengeluhkan kondisi yang tengah mereka alami.
Sobri mengatakan timbulnya data 2847 formasi di data base itu berkat upaya para honorer tahap 1. Tapi sayangnya mereka tidak lulus, padahal mereka sebagai pelopor pengajuan ke BKN agar hingga timbul kuota tersebut.
“Itu yang membuat kami kecewa, kenapa yang diangkat PPPK orang-orang yang baru bekerja honorer,” kata Sobri.
Dia juga mengatakan ada indikasi permainan data siluman yang lolos beberapa waktu lalu, tapi dia tidak punya bukti valid sehingga hanya bisa mengeluh.
Selanjutnya Sobri juga meminta agar diturunkan tim untuk mengecek langsung informasi ini. “Kalau bisa turunkan tim, karena ada yang selama ini tidak pernah menjadi honorer tapi bisa ikut tes dan lulus PPPK,” tambahnya lagi.
Mereka menganggap pemerintah kota tidak adil, dan tebang pilih. Tidak menghargai pengabdian mereka yang sudah terbilang lama, bahkan ada yang sudah bekerja puluhan tahun lamanya.
Suasana mulai sedikit tegang saat mereka menggaungkan yel-yel agar pihak DPRD dan Pemerintah mendengar keluhan mereka, bahkan salah satu honorer wanita menangis histeris saat memyampaikan keluh-kesahnya dihadapan para Jurnalis.
Sampai berita ini diturunkan kami belum dapat mengkonfirmasi ke dinas BKPSDM atau langsung ke Wali Kota karena saat ini tengah mengikuti sidang paripurna. (Raif)
Editor: Rasman Ifhandi












