Warga Resah, Dugaan Kasus Pelecehan Anak di Prabumulih Dinilai Lambat Ditangani

  • Bagikan
Listen to this article

PRABUMULIH, Lembayungnews — Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak kembali menjadi sorotan masyarakat Kota Prabumulih. Kali ini, keluhan warga ramai disampaikan melalui media sosial terkait dugaan pelecehan terhadap seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku SD kelas 4 di kawasan Karang Raja.

Warga mempertanyakan keseriusan penanganan kasus tersebut karena hingga kini pelaku disebut belum diamankan. Kekecewaan masyarakat pun memuncak lantaran korban dikabarkan mengalami trauma akibat peristiwa yang dialaminya.

“Apakah harus menunggu korban diperkosa dulu baru pelaku ditangkap?” tulis salah satu netizen dalam komentarnya yang ramai diperbincangkan.

Tidak hanya itu, komentar lain dari salah satu orang tua korban juga mengungkap keresahan yang sama. Mereka mengaku sudah melaporkan dugaan kasus tersebut sejak Desember 2025, namun hingga kini pelaku disebut masih bebas berkeliaran.

“Samo yuk cak kasus kmi, padahal dari bulan Desember 2025 lah buat laporan di Polres Prabumulih, tapi cak ktek gerak nak nangkap pelakunyo. Sampe sekarang masih berkeliaran ngojek daerah rumah kmi dan kmi sebagai ortu was-was takut kejadian lagi. Tolong bantu kmi, karena kmi takut kejadian terulang yang kedua kalinyo,” tulis netizen tersebut.

Komentar itu semakin memperlihatkan keresahan masyarakat yang merasa khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka apabila dugaan pelaku belum juga diamankan.

Apalagi, menurut sejumlah komentar warga di media sosial, bukan hanya satu kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak yang mencuat di Prabumulih. Beberapa dugaan kasus serupa sebelumnya juga sempat menjadi perhatian publik, namun dinilai belum mendapatkan penanganan serius dan transparan dari aparat penegak hukum.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta seluruh pihak terkait tidak menutup mata terhadap persoalan yang menyangkut keselamatan anak-anak.

Perlindungan terhadap anak seharusnya menjadi prioritas utama. Trauma yang dialami korban tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis saat ini, tetapi juga dapat memengaruhi masa depan mereka. Karena itu, penanganan cepat, pendampingan psikologis, dan proses hukum yang tegas menjadi hal yang sangat penting.

Publik juga meminta agar aparat segera memberikan kepastian hukum supaya tidak muncul anggapan bahwa kasus-kasus seperti ini dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian.

Banyak pihak menilai, kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak tidak boleh dianggap persoalan biasa. Keberanian korban maupun keluarga melapor harus mendapat perlindungan, bukan justru membuat mereka merasa sendirian menghadapi tekanan.

Pemerintah Kota Prabumulih, DPRD, hingga aparat kepolisian diharapkan dapat turun langsung memantau perkembangan kasus dan memastikan proses penanganan berjalan secara profesional serta transparan.

Anak-anak adalah generasi masa depan yang wajib dilindungi. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan hanya karena lambannya penanganan terhadap kasus yang menyangkut keselamatan dan masa depan anak. (Raif)

Editor: Rasman Ifhandi

No votes yet.
Please wait...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *