PRABUMULIH, Lembayungnews. –Kasus dugaan KDRT yang dialami IS, seorang ibu rumah tangga di Prabumulih, terus menjadi perhatian publik dan mengingatkan masyarakat pada kisah pilu Melda Safitri yang sempat viral sebelumnya.
Nama Melda Safitri sempat menjadi sorotan setelah dirinya mengaku diceraikan oleh suaminya tak lama setelah sang suami diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Banyak pihak menilai Melda telah berjuang bersama suaminya dari nol, namun justru ditinggalkan saat kondisi ekonomi keluarga mulai membaik.
Tak hanya warganet, para tetangga Melda juga ramai-ramai memberikan dukungan moral. Mereka mengenal Melda sebagai sosok yang sabar, baik, dan setia mendampingi suami dalam suka maupun duka.
Dukungan itu membuat kisah Melda menjadi perhatian luas di tengah masyarakat.
Hal serupa kini juga dialami IS. Dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang menimpanya memicu empati besar dari warga sekitar.
Para tetangga mengenal IS sebagai pribadi yang baik, ramah, dan tidak pernah bermasalah dengan lingkungan sekitar.
Salah satu warga saat dibincangi media ini mengungkapkan bahwa warga sekitar mengetahui bagaimana perjalanan rumah tangga IS dan ZY selama ini.
Menurutnya, IS bukan hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga ikut berjuang membantu suami mencari nafkah demi kebutuhan keluarga.
Namun, setelah ZY dinilai telah sukses dan kehidupannya mulai membaik, justru muncul keinginan untuk menceraikan IS. Padahal, menurut warga tersebut, IS tidak pernah menginginkan perceraian dan tetap berusaha mempertahankan rumah tangganya demi anak-anak.
“IS rela dimadu asal jangan diceraikan, alasannya kasihan melihat ketiga anaknya yang masih kecil,” ungkap salah satu tetangganya.
Warga juga menyebut, selama ini IS kerap mengalami perlakuan kasar dari suaminya. Ia mengaku sering melihat dan mendengar bahwa IS beberapa kali dipukul, diusir dari rumah, bahkan sampai diludahi. Tidak hanya itu, pakaian milik IS disebut pernah dibuang ke parit oleh suaminya.
Bahkan, dukungan terhadap IS semakin kuat setelah muncul informasi bahwa dirinya justru dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik oleh DN, wanita yang disebut sebagai istri muda dari ZY.
Kondisi tersebut membuat warga merasa prihatin dan menilai IS seolah menjadi pihak yang kembali dirugikan setelah mengalami persoalan rumah tangga yang berat.
Sejumlah tetangga menyatakan siap melakukan aksi sebagai bentuk solidaritas apabila kasus dugaan KDRT terhadap IS tidak berlanjut secara hukum, atau justru IS yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka menilai keadilan harus ditegakkan dan berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara ini secara objektif dan transparan.
Bagi warga, baik Melda Safitri maupun IS menjadi simbol perjuangan perempuan yang tetap bertahan demi keluarga dan anak-anak, namun justru harus menghadapi ujian berat dalam rumah tangga mereka.
Kadin DPPKBPPA Kota Prabumulih Eti Agustina,M.Kes saat dibincangi media ini mengatakan pihaknya melalui UPTD PPA bergerak cepat menindaklanjuti dugaan kasus KDRT yang dialami IS, Jumat, 24/4/2026.
“Tim UPTD PPA sudah turun melakukan outreach kasus untuk melihat langsung kondisi korban, melakukan asesmen awal, serta memberikan pendampingan yang dibutuhkan, baik secara psikologis maupun perlindungan hukum,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan agar korban merasa aman, mendapatkan perlindungan yang layak, serta memastikan hak-hak perempuan dan anak tetap terpenuhi.
Menurutnya, DPPKBPPA akan terus mengawal kasus tersebut dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses penanganan berjalan sesuai aturan yang berlaku. (Raif)
Editor: Rasman Ifhandi




