Raih Penghargaan Bergengsi Lewat Program Padu Padan, Pertamina EP Prabumulih Konsisten Terhadap Persoalan Sampah

  • Bagikan
Listen to this article

PRABUMULIH. Lembayungnews. Komitmen PT Pertamina tentang kepedulian terhadap sampah di kota ini bukan isapan jempol belaka. Terbukti dari semenjak tahun 2021 dua program unggulannya yakni Pak Dalang dan Sarah mampu menciptakan terobosan baru bagi masyarakat kota ini.

Program Pak Dalang (Plastik Daur Ulang) yang mampu menghasilkan sebanyak 466,06 sampah organik yang dikumpulkan dari pemulung dan bukan hanya itu program ini juga sekaligus terbukti dapat meningkatkan pendapatan pemulung naik sebanyak 200 persen.

Lalu pada Program Sarah (Sampah Jadi Berkah) yang melibatkan ibu-ibu di kelurahan Majasari Prabumulih Selatan yang memanfaatkan kulit nanas untuk diolah menjadi minuman probiotik merupakan program terobosan yang banyak menjadi sorotan masyarakat.

Selain itu juga, dalam program Sarah masyarakat dilibatkan dalam mengolah ampas tahu menjadi makanan yang bernilai gizi, membuat bahan sabun dari minyak jelantah serta membuat kompos pembasmi jamur serta banyak lagi lainnya.

Kedua program itu terangkum dalam program inovasi sosial PEngolahan SAmpah Terpadu (Pesat) sebagai bentuk kontribusi perusahaan BUMN ini terhadap penanggulangan sampah yang kian hari kian menjadi problematika.

Konsinstensi Pertamina dari tahun ke tahun terus dikembangkan dan diimplementasikan dengan banyaknya kegiatan yang melibatkan langsung beberapa stakeholder serta masyarakat baik di ring satu atau bukan.

Setelah beberapa kali berganti kepemimpinan, Pertamina tetap menjadikan permasalahan sampah di kota seinggok Sepemunyian ini sebagai problem khusus yang harus terus diperhatikan dan ditindaklanjuti, maka di tahun 2024 ini dengan program yang diberi nama program Padu Padan, perusahaan kembali menunjukkan keseriusannya terhadap persoalan sampah.

Pada bulan lalu, PT Pertamina EP Prabumulih Field meraih penghargaan platinum kategori economic empowerment (Pemberdayaan Ekonomi) dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2nd tahun 2024 yang diselenggarakan di Grand Mercure Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah (27/06/24).

Bahkan, PEP Prabumulih Field menjadi satu-satunya perusahaan peraih platinum dari regional 1 dengan mengusung program Padu Padan (Pusat Daur Ulang Sampah Mandiri dan Berkelanjutan).

Perlu diketahui bahwa program Padu Padan merupakan program pengolahan sampah organik dan anorganik berbasis pemberdayaan masyarakat di Kota Prabumulih.

Berangkat dari latarbelakang lumpuhnya TPA induk Kota Prabumulih yang berdampak terhadap masalah lingkungan, sosial dan kesehatan, program Padu Padan berkontribusi signifikan dalam pengurangan sampah organik dan anorganik di Kota Prabumulih.

Program Padu Padan merupakan payung program yang menaungi dua program turunan di antaranya program Rindu Resik (Rumah Inovasi Daur Ulang Sampah Residu Anorganik) dan program Muda Bersama (Perempuan Berdaya, Bersama Kelola Sampah).

Selain itu program Rindu Resik fokus pada pengolahan sampah anorganik, sementara program Muda Bersama fokus pada pengolahan sampah organic dengan memberdayakan perempuan melalui kelompok wanita tani.

Dalam mengimplementasikan program Padu Padan, PEP Prabumulih Field bersinergi dengan stakeholder seperti media, pemerintah dan NGO untuk membangun kerjasama yang efektif dan berkelanjutan.

Pelibatan multi-stakeholder dalam program Padu Padan menghasilkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak terhadap perbaikan lingkungan, pemberdayaan ekonomi serta penyelesaian masalah sosial.

Senior Manager PEP Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas penghargaan yang diraih oleh PEP Prabumulih Field pada ajang tersebut.

“Kami bersyukur dan bangga program Padu Padan berhasil mendapatkan penghargaan platinum di tingkat nasional untuk yang pertama kalinya. Semoga penghargaan ini bisa memacu motivasi kami untuk terus berkarya menciptakan program CSR yang sustainable dan tentunya bermanfaat bagi lingkungan di Wilayah Kerja Perusahaan.” ungkap Luthfi.

Kedepannya, masyarakat di Wilayah Kerja Perusahaan (WKP) PEP Prabumulih Field diharapkan dapat mendukung dan menyukseskan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang sudah dirancang agar sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan terus terjalin dengan baik.

“Pada intinya, kemenangan ini juga berkat sinergitas antara perusahaan dengan stakeholder yang berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat agar mandiri di bidang lingkungan, sosial, dan ekonomi,” pungkas Lutfi.

Selayaknya lah sebagai warga kota tercinta ini ikut pula memberikan kontribusi yang nyata agar program besutan Pertamina sebagai perusahaan Migas terbesar ini dapat terus berjalan sehingga apa yang menjadi harapan dan cita-cita bersama dalam hal permasalahan sampah di kota ini dapat terwujud. (***)

Editor : Rasman Ifhandi

No votes yet.
Please wait...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *