Diduga Bermasalah Sejak Awal, Tribun Talang Nangka Lembak Akhirnya Ambruk

  • Bagikan
Listen to this article

MUARA ENIM, Lembayungnews— Bangunan tribun beserta sarana prasarana di Lapangan Sepak Bola Desa Talang Nangka, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, dilaporkan roboh pada Sabtu (14/02/2026).

Ironisnya, proyek yang dikerjakan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Muara Enim tersebut baru saja rampung pada bulan September 2025. Pembangunan yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 itu menelan biaya sebesar Rp1,18 miliar.

Sebelumnya, sejak proses pembangunan berlangsung, proyek tersebut telah menuai kritik dari sejumlah pihak yang mempertanyakan kualitas pekerjaan. Hal itu disampaikan oleh salah seorang aktivis Gelumbang Raya, Andre Kurniawan, pada Jumat (22/08/2025).

“Kami mensinyalir proyek pembangunan tribun dan sarana prasarana lapangan sepak bola Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkab Muara Enim di Desa Talang Nangka itu merupakan proyek bancakan,” ungkap Andre yang juga merupakan anggota PD Lipernas Muara Enim.

Atas kejadian ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Muara Enim, H. Syarifudin, AP., M.Si., hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti ambruknya bangunan tersebut.

Di sisi lain, berbagai spekulasi mulai berkembang di tengah masyarakat. Dugaan sementara mengarah pada kualitas material yang digunakan maupun faktor teknis lainnya yang dinilai kurang memenuhi standar, sehingga hasil pekerjaan tidak maksimal.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi tribun tampak memprihatinkan. Rangka baja terlihat roboh dan atap tribun terlepas dari konstruksi utamanya. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Meski demikian, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran mengingat lokasi bangunan berada di sekitar pemukiman warga dan menjadi fasilitas olahraga masyarakat. Pengawasan serta evaluasi dari pihak terkait dinilai penting guna mencegah risiko yang lebih besar di kemudian hari.

Padahal, tribun yang baru dibangun tersebut diharapkan menjadi sarana penunjang kegiatan olahraga dan aktivitas sosial masyarakat desa. Namun, kondisi bangunan yang sudah ambruk justru memunculkan pertanyaan publik mengenai kesesuaian kualitas pekerjaan dengan nilai anggaran miliaran rupiah yang telah digelontorkan pemerintah daerah melalui Dispora setempat.

Masyarakat pun mendesak instansi terkait untuk segera turun langsung melakukan pemeriksaan di lapangan serta menutup sementara area tribun demi keselamatan warga.

Selain itu, publik berharap kontraktor pelaksana dapat bertanggung jawab penuh apabila nantinya kerusakan terbukti disebabkan oleh kelalaian atau mutu pekerjaan yang tidak sesuai standar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi baik dari pihak pelaksana maupun instansi teknis terkait mengenai penyebab pasti ambruknya struktur tribun tersebut. (Raif)

Editor: Rasman Ifhandi

No votes yet.
Please wait...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *