PRABUMULIH. Lembayungnews. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menetapkan harga zakat fitrah untuk tahun 2024. Menurut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. harga zakat fitrah tahun ini berkisar antara Rp45 ribu hingga Rp55 ribu per individu Muslim, atau setara dengan 2,5 kg hingga 3,5 liter beras premium.
Penetapan harga ini mengacu pada nisab zakat fitrah, yang merupakan standar berdasarkan 2,5 kg bahan makanan pokok yang sesuai dengan daerah tempat tinggal individu tersebut.
Harga zakat fitrah ditetapkan berdasarkan pada nisab, yang merupakan kriteria standar untuk menentukan besaran zakat fitrah. Nisab ini dapat diukur baik dalam kilogram bahan makanan pokok atau dalam nominal rupiah, yang telah ditetapkan oleh BAZNAS. Misalnya, jika seseorang tinggal di kota A dan nisabnya adalah 2,5 kg beras premium, maka harga zakat fitrahnya akan disesuaikan dengan harga beras premium di kota tersebut
Mengetahui harga zakat fitrah 2024 penting karena memberikan gambaran yang jelas kepada umat Muslim tentang jumlah yang harus mereka bayarkan sebagai zakat fitrah. Selain mengetahui berapa kilo beras yang harus diserahkan, pengetahuan tentang harga zakat fitrah juga membantu individu dalam perhitungan keuangan mereka.
Misalnya, jika seseorang memiliki keluarga dengan jumlah anggota tertentu, mereka dapat menghitung dengan tepat berapa banyak yang harus mereka bayarkan berdasarkan harga zakat yang ditetapkan.
Sebagai contoh, jika sebuah keluarga terdiri dari empat orang dan harga zakat fitrah tahun 2024 adalah Rp45 ribu per individu, maka total zakat yang harus mereka bayarkan adalah Rp180 ribu. Bila demikian, mengetahui harga zakat fitrah tidak hanya memberikan informasi tentang berapa kilo beras yang harus diserahkan, tetapi juga membantu dalam perencanaan keuangan keluarga Muslim.
Waktu Penyerahan Zakat Fitrah
Waktu terakhir yang diutamakan untuk menunaikan zakat fitrah adalah sebelum matahari terbit pada Hari Raya Idul Fitri dan sebelum dilaksanakannya sholat Id. Ini sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Rasulullah SAW, yang memerintahkan untuk membayar zakat fitrah sebelum manusia keluar menuju sholat Idul Fitri. Bagi yang menunaikan zakat setelah sholat Id, akan dianggap sebagai sedekah biasa, bukan sebagai zakat fitrah.
Dari sahabat Ibnu Abbas ra: Rasulullah saw mewajibkan zakat fitri sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari ucapan sia-sia dan ucapan keji, dan sebagai sarana memberikan makanan bagi orang miskin. Siapa saja yang membayarnya sebelum sholat Id, maka ia adalah zakat yang diterima. Tetapi siapa saja yang membayarnya setelah shalat Id, maka ia terhidup sedekah sunnah biasa. (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Niat bayar zakat fitrah berbeda-beda tergantung apakah ditunaikan untuk diri sendiri atau mewakilkan keluarga, seperti istri, anak, maupun orang tua. Nah, berikut ini niat dan doa zakat fitrah lengkap untuk diri sendiri dan orang yang diwakilkan.
Mengutip dari buku Pedoman Zakat 2021 yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang mampu pada bulan Ramadhan atau sebelum hari raya Idul Fitri. Kewajiban tersebut termaktub dalam sejumlah ayat di dalam Al-Quran, salah satunya surah At-Taubah ayat 11.
Allah SWT berfirman:
فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَاِخْوَانُكُمْ فِى الدِّيْنِۗ وَنُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ ١١
Artinya: Jika mereka bertobat, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, mereka adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.
Doa Mengeluarkan Zakat Fitrah
Niat untuk membayar zakat fitrah dibagi sesuai dengan individu yang akan menunaikannya. Berikut niat zakat fitrah lengkap Arab, Latin, dan artinya yang dilansir dari buku Kemenag.
1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘an nafsî fardhan lillâhi ta’âlâ
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’âlâ.
2. Niat Zakat Fitrah untuk Istri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri’an zaujatî fardhan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’ala.
3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak
laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala.
4. Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala.
5. Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّي وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِي نَفَقَتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta’ala.
6. Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ [اذكر الاسم هنا] فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta’ala.”
Dikutip dari berbagai sumber
Editor: Rasman Ifhandi












