PRABUMULIH, LEMBAYUNGNEWS | — Pemerintah Kota Prabumulih menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang di sejumlah wilayah Pulau Sumatra, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diapresiasi sebagai wujud solidaritas antardaerah terhadap masyarakat terdampak bencana. Selasa 16/12/2025.
Namun di saat yang sama, masyarakat Kota Prabumulih sendiri tengah menghadapi dampak banjir akibat hujan deras yang menyebabkan Sungai Kelekar meluap dan merendam sejumlah kawasan permukiman. Meski genangan air tidak berlangsung hingga 2×24 jam, dampaknya cukup besar dan menyulitkan kehidupan warga.
Banjir yang datang secara tiba-tiba mengakibatkan banyak peralatan rumah tangga, khususnya barang elektronik, rusak terendam air. Aktivitas warga lumpuh, sementara bantuan dan penanganan dinilai belum sebanding dengan kerugian yang dialami masyarakat.
Warga terdampak mengeluhkan minimnya bantuan saat banjir berlangsung. Bantuan makanan yang diterima hanya satu bungkus nasi untuk satu kepala keluarga, padahal dalam satu keluarga terdapat tiga hingga lima anggota.
“Air memang cepat surut, tapi dampaknya lama kami rasakan. TV, kulkas, dan mesin cuci rusak. Saat banjir, bantuan cuma satu bungkus nasi untuk satu keluarga, jelas tidak cukup,” ujar seorang warga terdampak yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga lain juga menyampaikan kekecewaannya terhadap penanganan banjir tersebut. “Kami tidak menolak bantuan ke luar daerah, itu bagus. Tapi jangan sampai kami yang kebanjiran di rumah sendiri justru seperti tidak diperhatikan,” ungkap warga lainnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai prioritas dan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menangani bencana di wilayahnya sendiri. Masyarakat berharap ke depan pemerintah tidak hanya responsif dalam menyalurkan bantuan ke daerah lain, tetapi juga hadir secara nyata dan maksimal ketika warganya sendiri mengalami musibah. (Raif)
Editor: Rasman Ifhandi












