Korban Banjir dan Longsor di Sumbar Terus Bertambah: 129 Meninggal, Hingga 118 Orang Masih Hilang

  • Bagikan
Listen to this article

SUMATERA BARAT, LEMBAYUNGNEWS — Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Sumatera Barat terus bertambah. Data terbaru per 1 Desember 2025 mencatat 129 orang meninggal dunia, sementara 86 hingga 118 orang masih dinyatakan hilang di berbagai kabupaten/kota.

Laporan ini dihimpun dari BPBD Sumbar serta sejumlah media nasional yang mengawal langsung proses pencarian dan penanganan di lokasi terdampak.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah pegunungan dan aliran sungai di Sumbar memicu banjir bandang dan longsor besar di 13 kabupaten/kota. Kabupaten Agam masih menjadi daerah dengan korban terbanyak, disusul Padang Pariaman, Tanah Datar, Pesisir Selatan, dan Padang Panjang.

Jumlah korban diperkirakan bisa bertambah karena proses pencarian terhadap warga yang hilang masih berlangsung.

Hingga 118 Warga Masih Hilang

Tim SAR gabungan terus menyisir lokasi terdampak dengan menerjunkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan. Data terbaru menunjukkan antara 86 hingga 118 warga belum ditemukan, tersebar di beberapa titik longsor dan jalur aliran sungai.

Medan berat, jalur terputus, dan kondisi cuaca tidak stabil menjadi hambatan utama tim penyelamat.

Pernyataan BNPB: Dua Wilayah Masih Terisolir

Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB, Andria Yuferryzal, mengatakan bahwa sejumlah akses masih tertutup material longsor. Pembukaan jalur dilakukan secara intensif agar mobilitas warga dan distribusi bantuan dapat segera normal kembali.

“Penanganan akses yang masih tertutup material longsor diupayakan untuk dibuka segera. Harapannya, kendaraan roda dua dapat menembus jalan untuk mobilitas warga setempat,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa masih ada dua daerah yang terisolir di Kabupaten Agam.

“Di Agam ada dua daerah yang terisolir, satu di Desa Aia Hubarang dan di Malalak Timur ini,” jelas Yuferryzal saat berada di Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Minggu (30/11/2025).

Gubernur Sumbar Turun Langsung Pimpin Rapat dan Percepatan Penanganan

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, turut turun langsung memimpin rapat koordinasi di tingkat provinsi pada Minggu (30/11/2025). Ia menegaskan bahwa pembukaan akses jalur merupakan prioritas utama karena sangat menentukan percepatan distribusi bantuan dan evakuasi warga.

Mahyeldi menjelaskan bahwa hingga kini, satu-satunya jalur yang bisa dilewati dari Kota Padang menuju kabupaten/kota terdampak adalah jalur timur melalui Kabupaten Solok.

“Saat ini seluruh OPD sudah turun ke lapangan untuk melakukan percepatan penanganan akses yang terputus. Minimal sepeda motor bisa lewat, kalau sudah sepeda motor, mobil baru lewat. Penanganan jalur ini juga sekaligus untuk mempercepat mobilisasi bantuan,” kata Mahyeldi.

Ia menekankan bahwa pemerintah provinsi bekerja 24 jam bersama TNI–Polri dan relawan untuk mempercepat penanganan.

Evakuasi dan Pemulihan Terus Berjalan

Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor, membuka jalur, dan mengevakuasi korban. Ribuan warga masih berada di pengungsian dan membutuhkan logistik berupa makanan, selimut, air bersih, obat-obatan, serta layanan kesehatan.

Pemerintah Provinsi Sumbar telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk mengoptimalkan koordinasi dan penanganan. (***)

Editor: Rasman Ifhandi

No votes yet.
Please wait...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *