SORONG, Lembayungnews. –Sebelum hadirnya program tanggung jawab sosial dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), masyarakat di Desa Klamono, Kabupaten Sorong, Provonsi Papua Barat masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih dan listrik. Warga mengandalkan sumur dangkal dan aliran sungai dengan kualitas air yang belum terjamin, bahkan kerap keruh dan harus diendapkan sebelum digunakan. Saat musim kemarau, debit air menurun drastis sehingga masyarakat harus menempuh jarak lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut berdampak pada kesehatan dan aktivitas warga, terutama bagi ibu rumah tangga dan anak-anak yang harus meluangkan waktu lebih untuk mengambil air. Di sisi lain, akses listrik yang masih terbatas dengan ketergantungan pada genset pada waktu tertentu turut membatasi produktivitas dan kegiatan belajar masyarakat. Keterbatasan ini menjadikan akses air bersih sebagai kebutuhan mendasar yang telah lama dinantikan oleh warga Desa Klamono.
Melihat kondisi tersebut, kehadiran program penyediaan air bersih dari Pertamina Drilling menjadi solusi yang sangat dinantikan sekaligus membawa perubahan nyata bagi masyarakat Desa Klamono. Program ini tidak hanya menghadirkan akses air bersih yang lebih layak dan berkelanjutan, tetapi juga membantu meringankan beban aktivitas harian warga yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air.
Dampak nyata dari program ini pun mendapat apresiasi luas. Atas kontribusinya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan akses air bersih, Pertamina Drilling berhasil meraih penghargaan Nasional Nusantara CSR Awards 2026 dengan Program Program Penyedian Air bersih. Dalam ajang tersebut, Pertamina Drilling mencatatkan skor tinggi 95,22 dan berhasil masuk dalam kategori Platinum Alignment, level tertinggi dalam penilaian keberlanjutan program.
Penghargaan yang diserahkan pada Rabu (8/4) di Jakarta ini merupakan salahsatu program unggulan yang menjadi perhatian adalah inisiatif penyediaan air bersih di Desa Klamono. Program ini memanfaatkan inovasi W-SBC AQUAFIX, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan operasional perusahaan.
Implementasi W-SBC Aquafix merepresentasikan kebaruan teknis dalam sistem pengelolaan air bersih terintegrasi melalui pemanfaatan sumber daya domestik. Arsitektur teknologi ini mengandalkan proses filtrasi multitahap yang memanfaatkan karbon aktif dari arang bonggol jagung (Zea mays) sebagai media adsorpsi utama. Penggunaan limbah agrikultural lokal ini didasarkan pada karakteristik porositas tinggi yang efektif mereduksi konsentrasi kontaminan organik serta logam berat dalam aliran air Sungai Klasafet. Integrasi media mangan, pasir karbon, dan silika pada unit filtrasi konvensional memperkuat durabilitas sistem dalam menghasilkan air layak konsumsi. Konfigurasi tiga unit tandon penyimpanan berkapasitas total 3.300 liter menjamin ketersediaan pasokan air bagi masyarakat Kampung Posa.
Keberlanjutan operasional sistem didukung oleh pemanfaatan energi surya sebagai sumber penggerak utama pompa air. Penggunaan panel surya (photovoltaic) yang mengacu pada standar IEC 62548 memastikan kemandirian energi di wilayah terpencil tanpa ketergantungan pada jaringan listrik konvensional atau bahan bakar fosil. Integrasi Lead Acid Battery berdasarkan standar IEC 61056 serta Charge Controller IEC 62509 memberikan stabilitas daya pada sistem distribusi air. Pemilihan energi terbarukan ini meminimalisir biaya operasional rutin serta mereduksi emisi karbon pada aktivitas pendukung pengeboran. Efisiensi sistem terbukti melalui kemampuan distribusi volume air sebesar 3.300 liter dalam durasi operasional selama 2 jam.
Validasi kualitas keluaran sistem mengacu pada parameter ketat Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010 serta standar air minum dunia (WHO). Inovasi ini menghasilkan reduksi signifikan pada kadar besi (Fe) hingga mencapai 0,05 mg/L dan tingkat kekeruhan yang memenuhi syarat teknis kesehatan. Sinergi antara material adsorben berbasis biomassa dan sistem tenaga surya menciptakan solusi infrastruktur yang rendah kompleksitas namun memiliki dampak utilitas tinggi. Keberhasilan rancang bangun ini menegaskan posisi W-SBC Aquafix sebagai instrumen teknologi tepat guna yang andal dalam memitigasi risiko sosial-operasional di Desa Klamono
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan program yang berdampak berkelanjutan.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa program CID yang kami jalankan tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan operasional perusahaan. Kami percaya bahwa keberlanjutan harus berjalan seiring dengan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Avep.
Program Keberlanjutan ini juga mendukung kepada SDGs nomor 6, Air Bersih dan sanitasi yang layak, SDGs Nomor 7, energi bersih dan terjangkau, dan SGDs nomor 13, Penanganan perubahan Iklim. Selain itu, program ini juga mencatatkan capaian CEPI Champion Candidate dengan nilai 5,73. Artinya, setiap Rp1 investasi yang dikeluarkan mampu melindungi hingga Rp5,73 nilai ekonomi dari potensi risiko operasional.
Keberhasilan ini mempertegas posisi Pertamina Drilling sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga berkomitmen dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan melalui program berkelanjutan.












