Sosialisasi Penutupan MRS dan Pengelolaan Jargas, Petro Prabu Petakan Dampak Unaccounted Gas di Prabumulih

  • Bagikan
Listen to this article

PRABUMULIH, Lembayungnews. – Perusahaan Daerah (PD) Petro Prabu menggelar sosialisasi penutupan Metering Regulating Station (MRS) dan pengelolaan jaringan gas (jargas) Kota Prabumulih dalam rangka identifikasi dampak Unaccounted Gas (UAG), di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PD Petro Prabu untuk meningkatkan pengawasan distribusi gas bumi sekaligus menekan angka kehilangan gas yang tidak tercatat atau dikenal sebagai Unaccounted Gas (UAG).

Direktur PD Petro Prabu, Ir. Herianto, menjelaskan bahwa penutupan MRS akan dilakukan secara bertahap dengan jadwal pada hari kerja mulai pukul 22.00 hingga 02.00 WIB, sedangkan pada hari libur berlangsung pukul 02.00 hingga 05.00 WIB.

Menurutnya, terdapat sejumlah dampak yang perlu diantisipasi masyarakat selama proses tersebut berlangsung. Salah satunya kemungkinan terjadinya penghentian sementara aliran gas ke rumah tangga.

“Apabila terjadi pemadaman aliran gas, masyarakat diharapkan menyiapkan alternatif seperti menggunakan tabung gas untuk kebutuhan memasak sementara waktu,” ujarnya.

Herianto menjelaskan, setelah proses penutupan selesai, jaringan akan kembali diaktifkan melalui proses blow atau pendorongan gas dari stasiun distribusi. Pada tahap ini, aliran gas ke pelanggan belum tentu langsung normal.

“Jika setelah pukul 05.00 WIB aliran gas masih belum kembali normal, masyarakat diminta segera menghubungi call center agar petugas dapat melakukan pengecekan di lapangan,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai praktik illegal tapping atau sambungan gas ilegal yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka UAG.

Menurutnya, saat proses pengaliran kembali dilakukan dengan tekanan tertentu, sambungan ilegal berpotensi mengalami kebocoran yang dapat memicu ledakan maupun kebakaran apabila tersambar api.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penyambungan ilegal. Selain merugikan perusahaan, praktik tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan memahami bahwa gangguan distribusi gas maupun aliran yang terputus dapat menjadi indikasi adanya kebocoran jaringan, pencurian gas, atau permasalahan teknis lainnya yang harus segera ditangani.

Sebagai bagian dari langkah penanganan UAG, PD Petro Prabu juga akan melaksanakan kegiatan inject odorant atau penyuntikan zat berbau ke dalam jaringan gas setelah proses penutupan MRS selesai.

Herianto menjelaskan, penyuntikan odorant bertujuan mempermudah pendeteksian kebocoran. Ketika zat tersebut mengalir melalui jaringan, titik kebocoran akan mengeluarkan bau khas sehingga lebih mudah ditemukan dan segera diperbaiki.

“Pelaksanaan inject odorant akan dilakukan secara bertahap per wilayah, mulai dari tingkat RT hingga kelurahan. Karena itu para lurah turut dilibatkan agar dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat dan membantu melaporkan apabila ditemukan bau gas yang mengindikasikan adanya kebocoran,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data perusahaan, angka UAG sempat mengalami penurunan dari 73 persen menjadi 60 persen. Namun setelah periode Lebaran, angka tersebut kembali meningkat sehingga diperlukan langkah pengendalian dan penertiban yang lebih intensif.

“Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menekan kehilangan gas, meningkatkan keselamatan jaringan, serta memastikan pelayanan jargas kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” pungkasnya.

Dengan adanya identifikasi dan evaluasi dampak UAG, PD Petro Prabu berharap sistem distribusi gas di Kota Prabumulih menjadi lebih efisien, aman, transparan, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Call Center Pengaduan Petro Prabu: 081212127775

No votes yet.
Please wait...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *