Sekilas Kisah Perjalanan Hidup Nuraini Sy Pencipta Lagu Singgasane Raje

Ilustrasi beberapa penari lagu Singgasane Raje sedang berpose. Sumber; Google

 

Saat senja diiringi hujan menerpa menggoyangkan pucuk-pucuk pohon Cemara.

Kami coba merangkum catatan dari seorang ibu yang menceritakan perjalanan hidupnya bersama Almarhum suami tercinta.

Beliau menceritakan sedikit kisah bagaimana mereka saat menulis dan menciptakan lagu SINGGASANE RAJE pada tahun 2001-2002 yang sudah cukup dikenal di kota Prabumulih ini.

****



PRABUMULIH.Lembayungnews|• Nuraini atau Anni Sy dikenal sebagai penulis lagu Singgasana Raje, lagu yang biasa diputar di acara-acara pernikahan tersebut sudah sangat familiar di telinga kita.

Namun tak banyak yang tau kalau Sang suami tercinta Syaibatulham yang lahir pada tahun 02/06/1948 di Kikim Lahat, dibantu beberapa orang rekannya juga berjasa dalam menciptakan Aransemen musik dari lagu Singgasane Raje ini.

Ibu Anni yang kelahiran tahun 16/06/1953 di palembang itu, mengatakan dia menciptakan dan menyusun Syair lagu tersebut bersama Almarhum suaminya Syaibatulham, pada tahun 2001-2002.

Lirik lagu yang menceritakan tentang bagaimana dua orang kekasih yang dipersatukan dalam sebuah hubungan pernikahan, dengan diiringi sanak keluarganya mereka berdua menaiki panggung menuju pelaminan, mereka berdua terlihat sangat bahagia, begitu juga kedua belah pihak keluarga, dalam merayakan hari persandingan itu.




Ilustrasi beberapa penari lagu Singgasane Raje sedang berpose. Sumber; Google
Ilustrasi beberapa penari lagu Singgasane Raje sedang berpose. Sumber; Google

Dalam lagu tersebut Nuraini ingin melukiskan bagaimana sepasang pengantin yang saat itu bak Raja dan Ratu sehari. Melepaskan masa lajangnya, membina rumah tangga yang penuh dengan kehangatan dan kebahagiaan.

Berikut ini lirik lagunya:

Rentak tari mengiringi raje ngan permaisuri.

Ke peraduan singgasane raje seahi.

Diiringi wang tuenye, dan sanak keluargenye.

Tinggallah sudeh mase remaje penoh ngan kenangan.

Dudok besandeng ngan bekas linjangan untok selamenye.

Sanak suke keluarge suke apelagi pengantennye.

Besalaman-besalaman kite segalenye.

Tulong doa kite nye hader selamat sejahtere.

Rentak tari mengiringi raje ngan permaisuri ke peradilan, singgasane raje seahi.

Diiringi wong tuonye, dan sanak keluargenye.

Tinggallah sudeh mase remaje penoh ngan kenangan.

***

Nuraini yang saat ini berusia 68 tahun, bercerita, bagaimana almarhum suaminya semasa hidup dulu pernah menitipkan amanat, agar lagu ciptaaan mereka ini dapat dibuatkan Hak Cipta, dapat dituliskan sebagai catatan hidup mereka berdua. Harapannya agar nanti dapat menjadi sebuah peninggalan dari mereka buat anak cucu serta masyarakat Kota Prabumulih.




Kita ketahui bahwa Hak Cipta bagi pencipta lagu daerah dipahami tidak selalu tentang hak dan eksploitasi ekonomi, melainkan lebih pada kepuasan, pengakuan, dan kontribusi yang diberikannya kepada masyarakat dan daerah. Karena itu, sekalipun sangat terbatas kalaupun ada keuntungan ekonomi yang diperoleh, pencipta mendapatkan kebanggaan tersendiri, juga bagi generasi penerusnya. Mendapatkan pengakuan sebagai pencipta sebuah karya merupakan sebuah penghargaan yang tak ternilai.

Lagu Singgasana Raje, tidak kita pungkiri sangat sering dibawakan dalam sebuah acara resepsi pernikahan di kota nanas ini.

Diiringi dengan alunan musik yang mendayu, biasanya dimainkan oleh pemain orgen tunggal saat kedua mempelai mau naik ke pelaminan. Atau juga saat setelah kedua mempelai duduk di pelaminan. Setelah itu naiklah para penari dengan pakaian adat Prabumulih untuk menampilkan tarian Emban Mangian.

Seperti pada sebuah video yang bisa kita lihat di Chanel YouTube bagaimana tarian Emban Mangian dengan penata tarinya Taufik Tosanda, dan iringan Musik Erick Production lantunan musik dan lagu Singgasane Raje itu diputar.

Lirik lagu yang mempunyai makna kebahagiaan sepasang pengantin baru yang meninggalkan masa lajang menuju kehidupan baru dalam ikatan suci pernikahan.

Selain dari lagu Singgasana Raje ini, bu Anni juga menciptakan beberapa buah lagu yang juga dibuat olehnya dan Almarhum sang suami tercinta Syaibatulham. Lagu-lagu tersebut salah satunya yang pernah dinyanyikan oleh penyanyi yang cukup terkenal di kota ini, Mario, yang berjudul Cerite Suhang.

 

  •  Singgasane Raje
  • Cerite Suhang
  • Kandang Buhok disihati
  • Ridho Ilahi
  • Umban di Pance
  • Tari Rembulan
  • Aleidia
  • Suman ngan Badah
  • Mimpi di Pance
  •  Numpang Belinjang

Hampir semua lagunya menceritakan bagaimana kehidupan pribadinya, dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Meskipun belum seterkenal lagu Singgasana Raje, namun lirik lagu-lagu tersebut tak kalah bermakna, mengisahkan tentang kehidupan berumah tangga yang penuh liku-liku, penuh cobaan dan godaan.

Semoga mereka yang sudah berkarya ini bisa mendapatkan hak-nya sebagai seorang pencipta sebuah seni musik dan lagu yang sudah sangat terkenal di Kota tercinta ini.

Tentu saja jika benar apa yang disampaikan oleh ibu Ani ini, alangkah baiknya jika pemerintah kota dapat memberikan apresiasi serta penghargaan kepada mereka sebagai seorang Seniman lokal Prabumulih. (Raif)

Editor: Rasman Ifhandi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *