Muara Enim, LEMBAYUNGNEWS — Warga di wilayah ring 1 sekitar perusahaan tambang batu bara PT Lematang Coal Lestari (LCL) dan PT Cakra Bumi Energi (CBE) di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, membantah tegas adanya pungutan liar dalam proses rekrutmen tenaga kerja yang sedang berlangsung.
Bantahan tersebut disampaikan langsung oleh warga setempat, antara lain Arol dan Nopri dari Desa Jemenang, Hai Rudi dan Sariadi dari Desa Emburung dan Air Cikdam, serta Yungki Anggara selaku Ketua Karang Taruna Tanjung Menang, dalam keterangan pers mereka pada Rabu (2/7/2025).
Menurut mereka, kabar yang beredar menyebutkan calon tenaga kerja diharuskan membayar puluhan juta rupiah agar bisa bekerja di PT LCL dan PT CBE adalah tidak benar dan tidak berdasar. “Kami menegaskan bahwa tidak ada permintaan uang dalam rekrutmen ini. Isu tersebut hanya ulah oknum tidak bertanggung jawab,” kata Nopri mewakili warga.
Warga menilai, justru proses rekrutmen ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap warga ring 1. Rekrutmen melibatkan empat desa, yakni Desa Jemenang, Air Cikdam, Emburung, dan Tanjung Menang. Mereka pun mengucapkan terima kasih atas kesempatan kerja yang diberikan.
“Kami merasa bersyukur karena akhirnya warga ring 1 dilibatkan. Hal ini terwujud setelah warga kompak meminta perusahaan lebih memperhatikan masyarakat sekitar, dan Alhamdulillah perusahaan merespons positif dengan bekerja sama bersama pemerintah desa untuk membuka lowongan bagi warga,” ujar Arol.
Mereka juga menduga kabar miring tersebut disebarkan pihak-pihak dari luar ring 1 yang merasa kepentingannya terganggu. “Kami warga ring 1 merasa aman-aman saja, tidak ada masalah, dan banyak yang sudah bekerja di perusahaan. Jika isu tak sehat ini terus beredar, kami siap melaporkannya sebagai upaya melawan fitnah,” pungkas Yungki Anggara.












