PRABUMULIH, Lembayungnews – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Prabumulih, H. Elman, ST, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota terus mengoptimalkan potensi lahan pertanian guna meningkatkan produksi jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan daerah.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan penyerahan bantuan benih jagung tahun 2026 dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada kelompok tani di Kota Prabumulih, yang digelar di Ruang Command Center Polres Prabumulih, Selasa 14/4/2026.
Adapun bantuan kali ini berupa bibit Jagung Hibrida sebanyak 600kg yang rencananya akan dibagikan kepada 17 kelompok tani (Poktan) di kota Prabumulih.
Elman menjelaskan, pada tahun 2025 lalu luas lahan yang dikelola mencapai sekitar 40 hektare dengan hasil produksi sekitar 40 ton. Sementara pada tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan dengan capaian hingga 75 ton, meskipun luas lahan yang dimanfaatkan masih berada di kisaran yang sama.
“Memang saat ini kita masih mengelola sekitar 40 hektare lahan, seperti tahun sebelumnya. Namun dengan evaluasi hasil panen tahun lalu, kita optimis di tahun 2026 ini produksi bisa ditingkatkan hingga 75 ton,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sejumlah wilayah seperti Pangkul dan Sindur menjadi pusat pertanian jagung di Prabumulih karena memiliki kondisi tanah yang subur dan hasil panen yang lebih baik dibandingkan daerah lain.
“Kalau kita lihat di wilayah Pangkul dan Sindur, hasilnya sangat bagus. Jagungnya besar-besar karena memang tanahnya subur. Ini yang terus kita optimalkan sebagai sentra produksi,” jelasnya.
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Elman, Pemerintah Kota Prabumulih bersama pihak kepolisian dan instansi terkait terus melakukan berbagai upaya, termasuk memaksimalkan pemanfaatan lahan tidur serta mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan pertanian.
“Kita dorong pemanfaatan lahan-lahan yang belum tergarap, khususnya di wilayah pusat pertanian seperti Pangkul dan Sindur. Selain itu, kita juga terus berkoordinasi dengan Polres dan Dinas Pertanian untuk melakukan pendampingan kepada kelompok tani,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Polres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana, S.H., S.I.K., M.Si, menegaskan kesiapan pihak kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan di Kota Prabumulih, khususnya melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani.
Pada tahun 2025 lalu luas lahan yang dikelola mencapai sekitar 40 hektare dengan hasil produksi sekitar 40 ton. Sementara pada tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan dengan capaian hingga 75 hektare.
Menurutnya, Polres tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut terlibat dalam mendorong pemanfaatan lahan pertanian agar lebih produktif.
“Kami dari Polres Prabumulih siap mendukung penuh program ketahanan pangan ini, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan pemerintah kota dalam mengoptimalkan lahan yang ada,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa wilayah seperti Pangkul dan Sindur memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi jagung di Prabumulih karena kondisi tanah yang subur.
“Dengan potensi lahan yang ada dan dukungan semua pihak, kami optimis target produksi yang telah ditetapkan bisa tercapai. Ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. (Raif)
Editor: Rasman Ifhandi












