PRABUMULIH, Lembayungnews.com – Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, Ketua DPRD Kota Prabumulih, H. Deni Victoria, SH., M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan monitoring terhadap empat posko antisipasi Karhutla di wilayah Kota Prabumulih, Jumat (7/8/2026).
Monitoring dilakukan untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi Karhutla yang biasanya meningkat ketika memasuki periode kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, Deni Victoria bersama Forkopimda mengecek secara langsung kesiapan personel, kondisi posko, sarana dan prasarana, hingga berbagai peralatan yang disiapkan untuk mendukung upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran.
Selain melakukan pengecekan, rombongan juga berkoordinasi dengan petugas di lapangan guna memastikan mekanisme penanganan dapat berjalan cepat apabila sewaktu-waktu ditemukan titik api.
Deni Victoria menilai, pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan serta masyarakat.
“Karhutla merupakan ancaman serius yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, lingkungan, dan aktivitas ekonomi. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh pihak harus terus ditingkatkan, terutama memasuki puncak musim kemarau,” tegas Deni.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kewaspadaan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Deni meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya sehingga petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.
Sementara itu, jajaran Forkopimda Kota Prabumulih memastikan koordinasi dan pengawasan di lapangan akan terus diperkuat. Empat posko yang telah disiapkan diharapkan dapat menjadi titik respons cepat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla.
Melalui monitoring tersebut, seluruh pihak diharapkan semakin siap menghadapi musim kemarau 2026. Upaya pencegahan dan penanganan secara cepat menjadi langkah penting agar Kota Prabumulih terhindar dari bencana asap serta dampak kesehatan, lingkungan dan sosial ekonomi akibat Karhutla.












