Aji Pamungkas Gagas Program SAKTI, Satu Keluarga Satu Sapi

  • Bagikan
Listen to this article

REJANG LEBONG, Lembayungnews – Gagasan pengembangan sektor peternakan di Provinsi Bengkulu kembali mencuat. Aji Pamungkas, putra daerah Rejang Lebong, menggagas program “SAKTI” atau Satu Keluarga Satu Sapi yang disebut akan dikembangkan apabila dirinya terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2029 mendatang.

Program tersebut dirancang sebagai upaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan keluarga di pedesaan.

Aji mengatakan, saat ini Program SAKTI masih berada pada tahap pilot project. Pelaksanaan dalam skala besar, menurut dia, baru ditargetkan mulai direalisasikan pada 2029.

“Program Satu Keluarga Satu Sapi atau SAKTI ini masih dalam tahap pilot project. Untuk merealisasikannya dalam skala besar, masyarakat diminta bersabar karena target pelaksanaannya pada 2029 mendatang,” ujar Aji.

Dalam tahap awal, bantuan ternak tidak diberikan langsung kepada setiap keluarga. Program tersebut akan menyasar kelompok-kelompok peternak yang memenuhi persyaratan.

Setiap kelompok direncanakan memperoleh lima ekor sapi jenis Brahman. Skema tersebut menjadi bagian dari pilot project yang nantinya akan dievaluasi sebelum dikembangkan dalam jumlah yang lebih besar.

“Yang jelas, Program SAKTI ini masih sebagai pilot project dalam skala besar,” kata Aji.

Wajib Punya Kandang

Aji menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan bagi kelompok yang nantinya dapat menerima bantuan. Salah satunya, kelompok harus telah memiliki kandang sapi sebagai tempat pemeliharaan ternak.

Selain itu, kelompok penerima harus berada di desa yang masuk dalam kawasan pengembangan Kampung Ternak Insentif Terpadu (Paten Terpadu) yang telah ditetapkan oleh tim pemenangan Aji Pamungkas.

Menurut Aji, persyaratan tersebut diperlukan agar bantuan sapi tidak berhenti sebatas penyerahan ternak, tetapi dapat dikelola secara berkelanjutan oleh kelompok penerima.

Program SAKTI, lanjutnya, juga akan dievaluasi berdasarkan hasil pelaksanaan tahap awal. Jika pilot project berjalan baik, jumlah bantuan sapi disebut akan ditingkatkan secara bertahap.

“Lihat dulu bagaimana pelaksanaannya. Kalau berjalan baik, tentu ini menjadi program yang berkelanjutan,” ujar Aji.

Ia berharap program tersebut nantinya dapat menjadi salah satu model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan, khususnya di wilayah pedesaan Rejang Lebong dan Provinsi Bengkulu.

 

No votes yet.
Please wait...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *