Riset Ungkap Pentingnya Kompetensi Digital bagi Jurnalis di Sumsel

  • Bagikan
Listen to this article

SUMSEL, LEMBAYUNGNEWS – Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah dunia informasi. Kini siapa saja dapat menjadi produsen atau penyampai kabar melalui internet dan media sosial. Namun, tidak semua orang otomatis dapat disebut sebagai wartawan atau jurnalis.

Era digital membawa dua sisi mata uang: di satu sisi, akses informasi menjadi sangat cepat dan luas; di sisi lain, muncul tantangan berupa maraknya berita bohong (hoaks), rentannya data pribadi, hingga perubahan perilaku masyarakat yang semakin konsumtif terhadap informasi.

Arus informasi melalui internet dan media sosial bahkan mulai menyaingi media arus utama (mainstream). Saluran baru ini menjelma menjadi “produsen” sekaligus “pengendali” informasi yang seringkali lebih viral dibandingkan berita terverifikasi dari media profesional.

Wartawan dan Jurnalis, Apa Bedanya?

Menurut UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, wartawan atau jurnalis adalah mereka yang secara teratur menjalankan kegiatan jurnalistik, mulai dari mencari, mengolah, hingga menyampaikan informasi dalam berbagai bentuk.

Meski kerap dipakai bergantian, istilah jurnalis memiliki cakupan lebih luas—mencakup penulis, editor, hingga analis. Sementara wartawan lebih identik dengan peliputan langsung di lapangan. Dengan kata lain, wartawan merupakan bagian dari jurnalis yang berada di garis depan dalam pengumpulan berita.

Kompetensi Digital, Kunci Utama Jurnalisme Modern

Di tengah pergeseran media ke ranah digital, wartawan dituntut memiliki keterampilan baru: dari penguasaan perangkat lunak, pemanfaatan media sosial, hingga teknik pencarian data yang efektif. Kompetensi digital menjadi syarat untuk menghasilkan berita yang cepat, akurat, serta sesuai dengan kebutuhan audiens digital.

Lima alasan utama mengapa kompetensi digital sangat penting bagi wartawan/jurnalis:

Akses informasi cepat dan luas – kemampuan menelusuri data secara efektif.

Produksi konten multimedia – penguasaan audio, video, dan grafis sebagai pelengkap berita daring.

Bersaing dengan media baru – meningkatkan kualitas sekaligus kecepatan penyampaian informasi.

Menjaga etika dan kredibilitas – memahami kode etik jurnalistik serta regulasi, seperti UU ITE.

Adaptasi dan inovasi teknologi – memastikan keberlangsungan industri pers di era digital.

Riset Kompetensi Digital Jurnalis di Sumsel

Berdasarkan urgensi tersebut, tim peneliti yang dipimpin Dr. Hendra Alfani, M.I.Kom (Universitas Baturaja) bersama Dr. Alamsyah, M.Si (Universitas Sriwijaya), Dr. Agustinus Rustanta, M.Si (STIKS Tarakanita Jakarta), serta Dian Novitasari, M.I.Kom (Universitas Baturaja), melakukan penelitian berjudul:

“Motivasi Jurnalis dan Efikasi Berita terhadap Kompetensi Digital Jurnalis Media Siber di Sumatera Selatan.”

Riset ini berlangsung selama satu tahun dengan melibatkan mahasiswa dari tiga kampus berbeda. Lokasi penelitian meliputi Palembang, Prabumulih, dan Ogan Komering Ulu—mewakili wilayah perkotaan dan perdesaan.

Metode yang digunakan adalah kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner berbasis Google Form, sementara data kualitatif dikumpulkan lewat wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis dilakukan dengan perangkat lunak STATA untuk data statistik dan Atlas.ti untuk analisis naratif-tematik.

Responden penelitian adalah wartawan media siber yang dibuktikan dengan kartu pers, baik yang sudah maupun belum memiliki sertifikat kompetensi dari lembaga berwenang.

Temuan Awal

Hasil diskusi kelompok (FGD) di tiga wilayah penelitian menunjukkan satu kesimpulan penting: siapa pun memang bisa menyebarkan informasi, tetapi tidak semua orang mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawab sebagai jurnalis.

Era digital justru memperkuat urgensi jurnalisme berkualitas. Wartawan dan media massa dituntut hadir sebagai penjaga kebenaran, penegak etika, sekaligus pilar demokrasi. Untuk itu, penguatan kompetensi digital dan integritas menjadi syarat mutlak agar pers tetap dipercaya publik.

Editor: Rasman Ifhandi

No votes yet.
Please wait...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *