Untung Tak Dapat Diraih, Malang Tak Dapat Ditolak
PRABUMULIH, LEMBAYUNGNEWS–Pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih beserta seorang penjaga sekolah yang diduga terjadi akibat menegur anak Wali Kota, kini menuai simpati luas dari masyarakat.
Kasus ini menjadi perbincangan hangat di Kota Prabumulih, bahkan kabarnya gaungnya menembus langit, menyeberangi Laut Jawa, hingga sampai ke Istana Presiden.
Apa yang semula dianggap remeh—hanya suara netizen di media sosial dan pemberitaan media lokal—ternyata membuktikan bahwa suara sekecil apapun akan terdengar, jika kumandangnya masif dan terus-menerus disuarakan.
Kini, bukan hanya netizen, LSM, media besar, atau para aktivis yang bersuara. Sekretaris pribadi Prabowo, Rizky Imansyah, juga turut angkat bicara mengenai persoalan ini.
Rizky menegaskan bahwa pencopotan Roni Ardiansyah selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih telah dibatalkan. Kini, Roni kembali menjabat sebagai kepala sekolah di SMP negeri unggulan tersebut. Tak hanya Roni, Ageng sang petugas keamanan pun sudah aktif lagi mengatur keamanan sekolah. Hebat bukan?
Bahkan kini beredar sebuah video dari Kurnia Saleh, Direktur LBH Qisth, yang menantang Wali Kota Prabumulih untuk debat terbuka. Sosok Kurnia bukanlah orang sembarangan. Ia tercatat dalam arsip Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai ahli termuda se-Indonesia yang pernah dihadirkan dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2024. Selain itu, Kurnia juga dikenal sebagai dosen dan peneliti di sejumlah universitas ternama, antara lain Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Sriwijaya (Unsri).
Kurnia menyoroti langsung pernyataan Wali Kota Prabumulih yang menyebut pencopotan Roni hanyalah hoaks. Menurutnya, jika memang demikian, maka seharusnya Wali Kota melaporkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) yang sebelumnya telah membuat pernyataan bahwa mutasi merupakan hal yang biasa dan bahkan menyebut Roni akan dipindahkan ke SMPN 13.
Tantangan Kurnia ini semakin memperpanjang diskursus publik. Netizen dan aktivis mendesak agar pemerintah kota bersikap transparan.
Beredat juga kabar kalau Wali Kota akan dipanggil menghadap Presiden Prabowo, dan Presiden meminta Wali Kota agar mengajak Kepsek Roni ke Istana, Jika benar ini mengingatkan kita pada sebuah film lawas dari ranah minang yang berjudul Sengsara Membawa Nikmat bagi pak Kepala Sekolah Roni Ardiansyah hehehe. (Raif)
Editor: Rasman Ifhandi












