PRABUMULIH, LEMBAYUNGNEWS–Kamar Dagang dan Industri (KADIN) kota Prabumulih menegaskan kesiapannya menjalankan keputusan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi pelaku usaha sekaligus memperluas kesempatan kerja secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Rapimnas 2025 dinilai menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi nasional yang terintegrasi dari pemerintah pusat hingga daerah. Melalui hasil kesepakatan tersebut, KADIN daerah berkomitmen memperkuat koordinasi internal dan eksternal, serta meningkatkan sinergi lintas wilayah untuk menghadirkan peluang usaha baru dan menciptakan iklim investasi yang sehat.
Komitmen ini disampaikan Ketua KADIN Kota Prabumulih, Rudiansyah SE, didampingi Ir. Yogi Astrada ST, M.Si, dan Andri Suantana ST, MT, setelah mengikuti Rapimnas di Jakarta. Rudi menekankan bahwa pihaknya siap menjalankan berbagai program strategis dengan pola kerja kolaboratif bersama pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta para pelaku usaha dari berbagai skala, baik kecil, menengah, hingga besar.
“Kami akan menjalankan seluruh program yang telah disusun dalam Rapimnas 2025 secara bergotong royong demi memperluas lapangan kerja dan mendorong kemajuan dunia usaha di Kota Prabumulih,” jelas Rudi.
Ia juga menuturkan bahwa komitmen tersebut akan diperkuat melalui langkah-langkah implementatif yang berkelanjutan, sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. KADIN daerah memandang bahwa keberhasilan Rapimnas tidak hanya ditentukan oleh keputusan pusat, tetapi juga ditentukan oleh pelaksanaan nyata di tingkat kabupaten/kota sebagai ujung tombak kebijakan ekonomi.
“Dengan semangat kolaborasi, kami optimistis pertumbuhan ekonomi yang merata dapat tercapai, menopang visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan inovasi, investasi, dan produktivitas usaha,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa Rapimnas tahun ini menjadi momen penting bagi dunia usaha untuk bersatu menghadapi tantangan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global.
“Kita ingin menularkan optimisme. Optimisme di tengah tantangan besar, agar bersama-sama dapat memperluas lapangan kerja,” tegas Anindya.
Ia menambahkan bahwa penciptaan lapangan kerja merupakan kunci peningkatan pertumbuhan ekonomi menuju 5–8 persen pada tahun-tahun mendatang, sekaligus mendorong kemandirian kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Anindya juga mengungkapkan bahwa format Rapimnas 2025 telah diperbarui dengan pendekatan bottom-up, di mana rumusan kebijakan dan rekomendasi diambil langsung dari masukan daerah serta berbagai sektor usaha.
“Dengan begitu, keputusan yang dihasilkan lebih mewakili kebutuhan sektor dan daerah, bukan hanya arahan dari pusat,” tutupnya.
Editor: Rasman Ifhandi












