DPRD Sumsel Reses di Dapil VI, Aspirasi Mengalir dari Infrastruktur, Air Bersih hingga Pupuk Subsidi

  • Bagikan
Listen to this article

PRABUMULIH, Lembayungnews — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan Reses Masa Sidang V Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Kota Prabumulih.

Kegiatan ini diisi dengan pertemuan bersama kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi partai politik di sejumlah titik.

Reses Dapil VI ini dikoordinatori oleh H. Ahmad Palo, SE.

SMKN 2 Prabumulih Selatan Usulkan Tambahan Ruang Kelas dan Fasilitas Penunjang

Pada Senin, 16 Februari 2026, kegiatan reses digelar di SMKN 2 Prabumulih Selatan bersama unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan sejumlah usulan prioritas. Data Tenaga Pendidik dan Siswa. Total tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah tersebut mencapai 106 orang, dengan jumlah peserta didik sebanyak 1.044 siswa.

Kekurangan Ruang Kelas
Jumlah rombongan belajar (rombel) tercatat sebanyak 38 rombel. Namun, sekolah masih kekurangan ruang kelas. Saat ini terdapat sekitar 5 rombel yang mengalami kelebihan kapasitas (overload).

Akibat keterbatasan ruang, beberapa kegiatan belajar mengajar terpaksa menggunakan ruang laboratorium sebagai kelas sementara. Selain penambahan ruang kelas, pihak sekolah juga mengusulkan:

Pemasangan tower internet untuk mendukung kegiatan belajar mengajar berbasis digital.

Perbaikan mushola sekolah.
Pembangunan WC mushola.

Desa Tanjung Menang Prioritaskan Jalan, Drainase dan Embung

Warga desa Tanjung Menang menyampaikan aspirasinya kepada anggota DPRD Sumsel Dapil VI, Senin 16/2/2026.

Usai dari SMKN 2, rombongan anggota DPRD Provinsi melanjutkan reses ke Desa Tanjung Menang dan Desa Sinar Rambang.

Dalam forum di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kepala Desa Asmedi C. Adam menyampaikan sejumlah usulan prioritas pembangunan.
“Usulan ini sudah lama kami bahas bersama masyarakat dan telah kami sepakati. Jika masih ada tambahan dari warga, silakan disampaikan. Namun inilah yang menjadi prioritas desa kami,” ujarnya.

Berikut usulan yang disampaikan:
Peningkatan jalan penghubung Desa Tanjung Menang – Desa Kemang Tanduk sepanjang kurang lebih 5 kilometer.

Perbaikan jalan menuju Sinar Rambang dan Kemang Tanduk dengan total panjang sekitar 10 kilometer.

Pembangunan drainase desa dari Dusun 1 hingga Dusun 8 sepanjang 7.000 meter di kiri dan kanan jalan (total 14.000 meter).

Normalisasi sungai guna mencegah banjir.

Pembuatan embung desa untuk mengatasi kesulitan air.

Pembangunan gedung serba guna berkapasitas sekitar 5.000 orang.

Pembangunan jaringan PDAM.

Pengecoran jalan dari Pertamina yang diharapkan mendapat dukungan DPRD Provinsi.

Desa Sinar Rambang Hadapi Krisis Air Bersih Saat Kemarau

Kepala Desa Sinar Rambang saat menerima bantuan speaker dari anggota DPRD Sumsel, Senin 16/2/2026.

Sementara itu, dalam reses di Desa Sinar Rambang, Kepala Desa Indarqo menekankan persoalan serius terkait krisis air bersih saat musim kemarau.

Berdasarkan hasil survei dan pengeboran sumur hingga kedalaman 80 meter, upaya sumur bor belum membuahkan hasil.

“Praktis hasilnya nol. Sumur bor tidak berhasil. Karena itu kami berharap ada bantuan untuk seluruh masyarakat Sinar Rambang. Itu satu-satunya solusi mengatasi kesulitan air bersih saat musim kemarau,” ungkap Indarqo.

Normalisasi Sungai Cambay Jadi Harapan Warga

Warga juga menyoroti persoalan normalisasi sungai. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebelumnya, Dinas PUPR Kota Prabumulih menyampaikan bahwa kewenangan normalisasi sungai kini berada di tingkat provinsi.

Salah satu sungai yang menjadi perhatian adalah Sungai Cambay di wilayah Karangan. Warga berharap pemerintah provinsi segera melakukan normalisasi guna mencegah pendangkalan dan potensi banjir, sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Petani Keluhkan Mahal dan Langkanya Pupuk Subsidi

Tak hanya persoalan air, para petani juga mengeluhkan mahalnya harga pupuk. Warga menyebut pupuk subsidi bagi petani karet dan sawit kini sulit diperoleh.

Berdasarkan survei lapangan, harga pupuk disebut mencapai Rp450 ribu per karung, sehingga banyak petani tidak mampu membeli.

“Kami berharap pemerintah dapat mengusulkan kembali ke Menteri Pertanian agar petani karet dan sawit bisa kembali membeli pupuk subsidi,” ujar kepala desa Sinar Rambang.

Saat ini Pemerintah Kota Prabumulih tengah menggulirkan program penggarapan lahan yang mendapat respons besar dari masyarakat. Namun, ketersediaan pupuk menjadi kebutuhan mendesak agar program tersebut dapat berjalan optimal.

Warga berharap ke depan seluruh petani di Kota Prabumulih dapat kembali memperoleh akses pupuk subsidi guna mendukung produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan.

Harapan Realisasi Aspirasi

Melalui Reses Masa Sidang V Tahun 2026 ini, masyarakat berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat direalisasikan dalam bentuk program nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga di Dapil VI.

Selain Kepala Desa Sinar Rambang, reses juga dihadiri oleh Camat Kecamatan RKT, Satria Karsa, Kades Desa Karya Mulya, Miril Firacha Kades Desa Kemang Tanduk Adi Darminto. (Raif)

Editor: Rasman Ifhandi

Rating: 4.00/5. From 1 vote.
Please wait...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *