PRABUMULIH, Lembayungnews — Pelaksanaan hari pertama program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan suci Ramadan menuai sorotan di sejumlah daerah, Senin 23/2/2026.
Berbagai keluhan masyarakat ramai bermunculan di media sosial, terutama Facebook, terkait menu yang dinilai kurang layak dan tidak sesuai ekspektasi.
Di beberapa daerah, warga mengeluhkan menu yang dibagikan hanya berupa kacang tanah rebus dan jagung rebus. Foto-foto menu tersebut dengan cepat tersebar dan memicu beragam komentar dari netizen.
Seperti yang diposting oleh salah satu netizen di grup Ogan Ilir Sumatra Selatan berikut ini;
Sementara itu, di Kota Prabumulih, sebagian wilayah dilaporkan menerima menu berupa satu porsi tekwan dan satu buah apel. Meski terlihat lebih variatif, sejumlah warga tetap menyampaikan kritik, terutama terkait porsi dan nilai gizi yang dinilai belum maksimal untuk kebutuhan berbuka puasa.
“Kalau untuk berbuka mungkin cukup, tapi untuk disebut makan bergizi gratis, masyarakat berharap ada lauk dan sayur yang lebih lengkap,” tulis salah satu akun Facebook dalam unggahannya yang kemudian dibagikan ratusan kali.
Pantauan Lembayungnews, keluhan ini menjadi perbincangan hangat di berbagai grup komunitas lokal. Banyak warga membandingkan menu antar daerah dan mempertanyakan standar pelaksanaan program tersebut.
Sejumlah orang tua juga berharap adanya evaluasi menyeluruh agar program MBG benar-benar memenuhi unsur gizi seimbang, terutama karena dilaksanakan di bulan Ramadan, di mana asupan nutrisi sangat dibutuhkan setelah seharian berpuasa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana program di tingkat daerah terkait variasi menu maupun standar gizi yang diterapkan pada hari pertama pelaksanaan di bulan puasa.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan klarifikasi serta memastikan distribusi menu berjalan merata dan sesuai dengan tujuan program, yakni membantu pemenuhan gizi masyarakat secara optimal. (Raif)
Editor : Rasman Ifhandi













