PRABUMULIH, Lembayungnews – Tim Community Involvement and Development (CID) Zona 4 memaparkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan di wilayah Kota Prabumulih sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Hal ini disaampaikan pada kegiatan buka bersama dengan awak media di Hall rumah makan Siang Malam Kota Prabumulih Selasa 10/3/2026.
Officer CID Zona 4, Lara Aimira Badani, yang akrab disapa Rara, menjelaskan bahwa pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dilakukan berdasarkan pedoman yang mengacu pada ketentuan dari SKK Migas serta PTK 017 dari Forum Komunikasi Kegiatan Usaha Hulu Migas (FK3).
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Senior Officer CID Zona 4, Dwi Setrian. Menurut Rara, pelaksanaan program CID bertujuan untuk mendukung social license to operate, yakni dukungan sosial masyarakat terhadap kegiatan operasional perusahaan.
“Program pemberdayaan ini kami jalankan untuk memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi juga merasakan manfaat langsung dari keberadaan perusahaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam menentukan program pemberdayaan, tim terlebih dahulu melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar operasi.
Setelah program ditentukan, tim kemudian menyusun rencana kerja jangka pendek maupun jangka menengah sebelum program diimplementasikan.
Selanjutnya, setiap program yang dijalankan akan melalui proses monitoring secara berkala, evaluasi, serta publikasi hasil kegiatan, sehingga program dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan program pemberdayaan yang dijalankan benar-benar berdampak bagi masyarakat, baik dari sisi peningkatan ekonomi, kesejahteraan, maupun perubahan sosial di lingkungan sekitar,” jelasnya.
28 Program di Kota Prabumulih
Secara keseluruhan, di wilayah Kota Prabumulih terdapat 28 program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan melalui empat pilar utama, yaitu pilar ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Program-program tersebut juga melibatkan 21 kelompok mitra binaan, dengan 51 kegiatan peningkatan kapasitas serta menjangkau sekitar 58 stakeholder yang berperan dalam mendukung pelaksanaan program.
Selain itu, kegiatan CID juga telah dipublikasikan dalam berbagai media dan jurnal ilmiah, di antaranya empat publikasi pada jurnal nasional maupun internasional serta delapan publikasi lainnya.
Untuk pemberitaan media, sepanjang tahun terakhir tercatat 20 pemberitaan media dengan 15 topik yang berkaitan dengan program CID. Rara juga menyampaikan apresiasi kepada para insan pers yang telah membantu menyebarluaskan informasi mengenai berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan media yang telah membantu menyampaikan berbagai program pemberdayaan ini kepada masyarakat. Harapannya ke depan pemberitaan terkait program-program ini bisa semakin meningkat,” katanya.
Beragam Program Sosial
Beberapa program yang dijalankan dalam pilar sosial antara lain Beasiswa Unggulan Migas yang bekerja sama dengan Akamigas. Program ini diberikan kepada mahasiswa kurang mampu yang berasal dari wilayah operasi perusahaan.
Sejak dilaksanakan pada tahun 2014, sebanyak 24 mahasiswa asal Prabumulih telah menerima beasiswa tersebut dan 18 orang di antaranya telah lulus serta bekerja.
Selain itu, terdapat program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja yang dilaksanakan di sejumlah kecamatan di Kota Prabumulih, seperti Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Prabumulih Timur, Prabumulih Barat, dan Prabumulih Selatan.
Program lainnya adalah penanganan stunting yang dilaksanakan di enam kelurahan di Kota Prabumulih dengan berbagai pendekatan berbasis masyarakat.
Pada sektor pendidikan, perusahaan juga menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada sejumlah sekolah, di antaranya SMP Generasi Emas Prabumulih.
Dorong Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan
Di bidang ekonomi, salah satu program unggulan yang dijalankan adalah program pengolahan sampah mandiri dan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah masyarakat.
Program ini dilaksanakan di beberapa kelurahan, seperti Sukajadi, Sungai Medang, Patih Galung, dan Kelurahan Panjang.
Selain itu terdapat program pertanian sehat ramah lingkungan yang dilaksanakan di Desa Raju Penang dan Kelurahan Patih Jaya.
Sementara pada pilar lingkungan, perusahaan menjalankan program penghijauan menuju net zero emission yang dilaksanakan di enam desa dan kelurahan di wilayah Kota Prabumulih.
Program lainnya adalah pelestarian hutan alam serta Program Kampung Iklim (ProKlim) yang dilaksanakan di Kelurahan Gunung Kemala dan Kelurahan Patih Galung.
Melalui berbagai program tersebut, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu berkembang menjadi komunitas yang mandiri dan berdaya, sekaligus turut menjaga keberlangsungan operasional perusahaan di wilayahnya. (Raif)
Rasman Ifhandi












