PRABUMULIH. Lembayungnews. Setelah pagi ini heboh oleh limbah dan bau menyengat yang diakibatkan oleh tumpahan minyak dari pipa Pertamina. Begini kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ir. Dwi Koryana.
Saat kami hubungi via pesan singkat WhatsApp Kepala Dinas DLH mengatakan pihaknya sudah mengecek ke lokasi dan akan mengadakan rapat besok Senin 10 Juli 2023 terkait keluhan warga ini.
“Kami sudah dapat laporan dan tim DLH sudah ke lapangan, untuk sementara pihak perusahaan (Pertamina.red) sudah mengantisipasi supaya pencemaran tidak meluas. Rencana besok kami akan adakan rapat untuk tindak lanjut kedepannya,” ungkap Dwi Koryana kepada media lembayungnews.
Selanjutnya Dwi Koryana juga menambahkan sesuai SOP setelah adanya pertemuan baru bisa dilanjutkan dengan solusi atau tindak lanjut berikutnya.
“SOP nya seperti itu, setelah tau permasalahan, tindak lanjut dan solusi selanjutnya,” menanggapi pertanyaan wartawan kami perihal tindak lanjut dari DLH sendiri terkait insiden ini.
Sebab kebocoran pipa pertamina bukan baru kali ini. Dalam beberapa bulan ini sudah berkali-kali terjadi insiden pipa bocor yang mengakibatkan banyaknya keluhan masyarakat.
Terbaru, kebocoran pipa juga terjadi di kelurahan Prabujaya dan Majasari.
Diberitakan sebelumnya kebocoran pipa yang menyebabkan limbah memenuhi aliran sungai kelekar diperkirakan terjadi pada pukul 04.00 WIB pagi.
Pagi ini Warga sepanjang aliran sungai kelekar dihebohkan dengan limbah minyak mentah yang memenuhi sepanjang aliran sungai. Minggu 9/7/2023.
Bukan saja limbahnya yang mencemari lingkungan rumah warga, tetapi juga bau yang menyengat sangat mengganggu Warga sekitar.
Seperti yang dikeluhkan warga kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur, tepatnya di RT 03 dan RT 04 RW 01 Kelurahan Karang Raja.
Adi mengeluhkan bau yang sangat menyengat pagi ini yang disinyalir berasal dari limbah yang menggenang dan mengaliri sungai kelekar.
“Baunyo nyengat nian pak, pacak mabok kalu lamo (baunya menyengat sekali pak, bisa mabuk kalau bau ini lama)” ungkap Adi.
Ketua RW 01 Kelurahan Karang Raja, Sugiyanto meminta pihak pertamina agar segera menangani limbah yang membuat heboh warga pagi ini.
“Iya kami tadi mendapat laporan dari warga dan benar adanya limbah minyak ini sudah memenuhi sungai kelekar, dan kami merasa sangat terganggu dengan baunya yang sangat menyengat,” ungkap Sugiyanto.
Dia juga sudah melaporkan hal ini ke kelurahan dan tiga pilar kelurahan agar dapat juga menyampaikan keluhan warga ini.
Mendapat informasi dari warga ini, kami cek langsung ke lokasi dan benar adanya diduga limbah minyak mentah ini sudah mengaliri sepanjang sungai kelekar. Hal ini sudah kami teruskan ke bagian Humas Pertamina melalui pesan singkat WhatsApp.
Menurut Anandari selaku salah satu Project Relation Officer (PRO) PHRZ4 mengatakan bahwa sudah ada tim Humas yang turun ke lokasi.
“Sudah ada tim Humas kami yang turun ke lapangan pak,” ucapnya singkat lewat chat WhatsApp. (Raif)
Editor : Rasman Ifhandi












