Sumsel Berduka: Alex Noerdin Wafat, Jejak Sekolah dan Berobat Gratis Jadi Warisan Abadi

  • Bagikan
Listen to this article

PALEMBANG, Lembayungnews — Langit Sumatera Selatan seakan ikut berduka. Mantan Gubernur Sumsel dua periode, Alex Noerdin, meninggal dunia pada Rabu (25/2/2026), meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat yang pernah merasakan sentuhan kebijakannya.

Kabar kepergian sosok yang dikenal tegas sekaligus visioner itu menyebar cepat. Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai penjuru daerah. Bagi sebagian warga, kepergian Alex bukan sekadar kehilangan mantan kepala daerah, melainkan kehilangan figur yang pernah membuka akses harapan.

Warisan untuk Wong Cilik
Di masa kepemimpinannya periode 2008–2013 dan 2013–2018, Alex Noerdin dikenal luas sebagai pelopor program sekolah gratis dan berobat gratis di Sumatera Selatan.

Bagi keluarga kurang mampu, kebijakan itu bukan sekadar program di atas kertas. Ia menjadi jembatan agar anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya.

Ia menjadi harapan bagi warga yang ingin berobat tanpa dihantui kekhawatiran tagihan rumah sakit.
Program tersebut membekas kuat dalam ingatan masyarakat.

Banyak orang tua yang kala itu merasa terbantu, banyak pelajar yang bisa terus bermimpi.

Suara Duka dari Tokoh Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.

“Sumatera Selatan kehilangan salah satu putra terbaiknya. Beliau telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan daerah. Semoga almarhum husnul khatimah,” ujarnya.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, juga mengenang almarhum sebagai pemimpin dengan gagasan besar.

“Program sekolah gratis dan berobat gratis menjadi tonggak penting kebijakan pro-rakyat di Sumsel. Itu akan selalu dikenang,” katanya.

Di mata sebagian masyarakat, Alex Noerdin adalah simbol masa ketika pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Jejak yang Tak Mudah Hilang

Kepergian memang memisahkan raga, namun jejak kebijakan dan sejarah kepemimpinan akan tetap tercatat dalam perjalanan Sumatera Selatan.

Hari ini, Sumatera Selatan bukan hanya kehilangan seorang mantan gubernur. Daerah ini kehilangan sosok yang pernah dijuluki banyak warga sebagai bapak pembangunan pendidikan dan kesehatan rakyat.

Di balik berbagai dinamika perjalanan hidupnya, tak sedikit masyarakat kecil yang merasakan langsung manfaat kebijakan sekolah dan berobat gratis yang ia gagas.

Jejak itu mungkin tak selalu terlihat, namun hidup dalam cerita para orang tua yang anaknya bisa terus bersekolah, dalam doa para pasien yang pernah merasakan layanan kesehatan tanpa beban biaya.

Waktu boleh berlalu, kepemimpinan boleh berganti, tetapi warisan kebijakan yang menyentuh wong cilik akan tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah perjalanan Sumatera Selatan.

Innalillahi wa innailaihi roji’un.
Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin Allahumma Aamiin.

Segenap tim Redaksi Lembayungnews, mengucapkan turut beebelasungkawa kepada keluarga yang diringgalkan.

Editor: Rasman Ifhandi

No votes yet.
Please wait...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *