PRABUMULIH. LEMBAYUNGNEWS. Perdagangan miras jenis Ciu di Tugu Kecil masih marak, meskipun ada beberapa rumah yang diduga sebagai produsen Ciu saat ini telah libur.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan aktivitas penjualan masih marak, “lihat saja itu disana ada warung sebelah kanan itu dia jualan Ciu,” ucapnya setengah berbisik sambil menunjuk ke arah sebuah warung kecil berwarna biru.
Tak lama berselang seorang pemuda berbaju hitam dengan mengendarai motor mampir ke warung tersebut. Benar saja ada transaksi pembelian disana.
Mobil yang kami parkirkan dilewatinya dengan menenteng kantong kresek warna hitam, pemuda itu memacu motornya lalu menghilang ke jalan Angkatan 45.
Beberapa menit kemudian datang lagi seorang lelaki bertubuh sedikit gempal menuju warung berwarna biru di Gang Semeru sore ini. Sabtu 31/5/2025.
Dia pun berhenti di warung kecil tadi, dan lagi-lagi dia menenteng kantong kresek warna hitam seperti pemuda sebelumnya.
Setelah pemberitaan kemarin kami pun langsung turun ke lokasi untuk memastikan apakah aktivitas penjualan minuman keras jenis Ciu ini masih marak. Terbukti hanya beberapa menit saja kami masuk ke Gang itu ada pembeli mampir ke salah satu tempat yang diduga sebagai rumah produsen Ciu.
Menurut salah seorang sumber yang hari ini ikut dengan kami di dalam mobil, dia mengatakan sepanjang kiri dan kanan jalan ini banyak rumah yang di belakangnya adalah pengolah atau pembuat miras Ciu.
“Kiri dan kanan di belakang rumahnya mereka memproduksi Ciu, dan mereka membuang limbahnya ke Sungai kecil di belakang sana,” katanya memberi informasi.
Ada sekitar 8-9 rumah yang selama ini aktif memproduksi Ciu, selain dijual eceran di dekat rumahnya mereka juga mengirim cairan haram itu ke beberapa kabupaten/kota terdekat.
“Selain berjualan di dekat rumah, mereka juga mengirim ke luar kota, dengan jumlah yang banyak sesuai pesanan,” ucap X menambahkan.
Panas terik matahari siang ini cukup membuat kepala sedikit rasa berputar tak bisa membayangkan bagaimana seterik ini masih saja ada orang yang sanggup menenggak minuman beralkohol tinggi.
Bahkan kata X yang sedari tadi bercerita tentang adanya oknum yang juga ikut membekingi sehingga mereka tetap eksis dan terang-terangan menjual miras ini. X juga mengatakan temannya saat ini nyaris buta terindikasi karena sering konsumsi Ciu.
“Sekarang matanya rabun, kalau naik motor harus dibonceng karena tak kelihatan jalan. Dia minum Ciu setiap hari pak,” kata X dengan nada serius.
Saat ditanya soal oknum tadi, X hanya tersenyum kecut dan diam seribu bahasa. Entah siapa yang dimaksud OKNUM itu, hanya dia dan pedagang Ciu yang tau. Kecuali jika memang nantinya ada investigator yang mau turun ke lokasi untuk mencari informasi mendalam. (Raif)
Editor: Rasman Ifhandi












