PRABUMULIH, LEMBAYUNGNEWS – Pembangunan di Kota Prabumulih terus menunjukkan geliat positif. Belum genap setahun kepemimpinan Wali Kota H. Arlan dan Wakil Wali Kota Frangky Nasril, hampir semua sektor mulai disentuh pembangunan, khususnya infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Pantauan di lapangan, proyek infrastruktur yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terlihat intens dikerjakan di berbagai titik. Mulai dari perbaikan dan peningkatan jalan, pembangunan jembatan, perbaikan drainase, hingga renovasi dan pembangunan gedung-gedung baru.
Hampir seluruh kecamatan di Kota Prabumulih saat ini merasakan manfaat dari geliat pembangunan tersebut. Kehadiran berbagai proyek infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar akses masyarakat, meningkatkan perekonomian, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan tertata.
Meski begitu, fakta di lapangan tak jarang juga memunculkan keluhan dari masyarakat terkait kualitas pembangunan. Seperti yang diungkapkan Paidi, warga Kelurahan Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan. Ia menilai pembangunan jalan di wilayahnya belum maksimal.
“Sayangnya pembangunan jalan ini tidak memperhatikan kualitas, baru saja dibangun tapi jalan sudah banyak yang retak,” ungkapnya kepada media ini.
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan konsistensi pihak ketiga dalam pengerjaan proyek. Saat ditelusuri, sejumlah warga menyebut satu nama pemborong, yakni P, yang disebut-sebut menggarap beberapa jenis pembangunan sekaligus. Mulai dari proyek drainase, peningkatan jalan, hingga renovasi gedung serbaguna dengan nilai anggaran mencapai ratusan juta rupiah.
“Kami sempat kaget, ternyata banyak proyek yang sama pemborongnya. Hebat juga sosok P ini,” ujar salah seorang warga.
Semoga saja niat baik Pemerintah Kota Prabumulih untuk memperbaiki infrastruktur dan membangun kota tidak tercoreng oleh orang-orang kepercayaannya, termasuk para pemborong yang mendapat rezeki nomplok dari banyaknya proyek.
Jika kualitas hasil pembangunan tidak sesuai dengan cita-cita pemerintah untuk menjadikan Prabumulih sebagai kota yang makin maju dan berkualitas, maka nama baik kepemimpinan H. Arlan dan Frangky Nasril bisa saja tercoreng oleh ulah mereka.
Menanggapi kondisi ini, salah satu aktivis lokal yang juga pemerhati pembangunan, Andi Saputra, mengingatkan pentingnya pengawasan.
“Transparansi dan pengawasan sangat diperlukan agar proyek yang menggunakan uang rakyat ini benar-benar bermanfaat. Pemerintah harus tegas terhadap kontraktor yang main-main dengan kualitas pekerjaan. Jangan sampai niat baik wali kota rusak karena ulah segelintir orang,” tegasnya.












