Menanti Kejari Prabumulih Menancapkan Kuku Tajamnya Pada Dugaan Kasus Korupsi PMI

  • Bagikan

PRABUMULIH. LEMBAYUNGNEWS. Publik menunggu hasil akhir dari hebohnya dugaan kasus korupsi di organisasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Prabumulih.

Bahkan beredar kabar beberapa hari yang lalu direktur rumah sakit umum pun dipanggil Kejari untuk dimintai keterangan terkait kasus ini.

Salah seorang pengusaha kafe yang sempat dipanggil sebagai saksi oleh Kejari Prabumulih menceritakan bahwa adanya indikasi pemalsuan tanda tangan dan pemalsuan dokumen lainnya. Jumat 25/4/2025.

“Saya tidak merasa ada pesanan makanan dari tempat kami ini, jadi kemarin pada pemeriksaan saya menyangkal itu,” terangnya sembari berpesan agar namanya tidak disebut di dalam pemberitaan.

Menurutnya Kejari mempertanyakan perihal pesanan makanan sebanyak 500 box.

“Disana memang ada cap toko kami, tapi yang janggal tanda tangannya bukan tanda tangan saya, anehnya lagi tidak ada nama saya di nota tersebut,” bebernya.

Adapun nominal yang tertulis di nota itu sebanyak 12.500 juta rupiah.

Masih menurut (X) penggunaan nota manual di tokonya tidak lagi digunakan semenjak tahun 2021. “Tapi kok bisa nota yang ada dikeluarkan pada tahun 2022,” tegasnya.

Didapati juga informasi selain (X) pengusaha makanan ada juga saksi lainnya yang dipanggil hari Selasa 22/4/2025 yang lalu.

Diantaranya ada pemilik bengkel mobil, toko penjualan alat dan Services komputer, dan lainnya yang juga telah dimintai keterangan oleh penyidik Kejari untuk pengembangan kasus dana hibah PMI ini.

Bukan cuma pengusaha makanan tapi juga terbaru ada toko Alat Tulis Kantor (ATK) dan foto kopi di jalan Jenderal Sudirman yang merasa ada kejanggalan data-data yang dipertanyakan kepadanya. “Ya ada indikasi data fiktif,” ujarnya.

Sementara dari pihak Kejari belum ada tanda-tanda akan menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi lembaga kemanusiaan ini. Beredar kabar ada beberapa LSM yang akan melakukan aksi di kantor Kejari dalam waktu dekat jika tidak ada perkembangan kasus ini.

Apakah kasus ini akan mengambang dan tidak berujung? Sedangkan di kalangan publik sudah banyak yang beropini liar serta menebak-nebak siapakah yang akan memakai baju orange terkait kasus PMI yang menghebohkan.

Sebagaimana kita ketahui, kebutuhan darah di Kota Prabumulih relatif tinggi, selama ini kebutuhan tersebut dipenuhi melalui donor darah, baik melalui kegiatan donor darah massal maupun donor darah individu di UTD RSUD Kota Prabumulih.

Dalam sebuah pemberitaan di pertengahan tahun 2024 yang lalu Sekretaris PMI Kota Prabumulih Benny Saputra pernah menyampaikan bahwa perbulan PMI menargetkan 330 sampai 350 kantong darah. “Kalau pertahun target kita sekitar 4000 kantong darah,” kata Benny Saputra.

Dengan kondisi ini artinya Prabumulih memang sangat membutuhkan banyak stok darah untuk membantu pasien yang membutuhkan. (Raif)

Editor: Rasman Ifhandi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *